
Photo
JawaPos.com - Sebanyak 3.599 warga Kecamatan Jabon mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemkab Sidoarjo. Bansos tersebut diberikan kepada kepala keluarga di 4 desa yang tinggal dekat kawasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Griyo Mulyo Jabon.
Diantaranya Desa Kupang, Desa Tambak Kalisogo, Desa Semambung dan Desa Balongtani. Pagi tadi, Bansos berupa uang tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP di Balai Desa Kupang Kecamatan Jabon, Jumat, (9/12).
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan pemberian bansos tersebut menjadi bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo kepada warga yang selama merasakan dampak dengan adanya TPA Jabon. Sebelumnya TPS Jabon menimbulkan bau yang menusuk hidung. Sejak dalam beberapa bulan terakhir ini bau tersebut berangsur kurang setelah ditemukannya eco lindi.
Meski sudah ditemukan formula penghilang bau, bupati alumni Fisip Unair Surabaya itu ingin saran dan masukan dari masyarakat terkait pengelolaan sampah TPA Griyo Mulyo Jabon. Umpan balik tersebut akan dipakai sebagai bahan evaluasi kinerja TPA agar lebih baik lagi.
"Kami juga butuh masukan yang sejujur-jujurnya, saat ini lebih parah atau tidak (dampak yang ditimbulkan TPA Griyo Mulyo) sebagai evaluasi kabupaten agar keberadaan TPA tetap berlangsung dengan baik," ucapnya.
Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu mengatakan, ada banyak langkah untuk mengurangi dampak lingkungan dari keberadaan TPA Griyo Mulyo. Salah satunya dengan memanfaatkan TPA menjadi tempat pengelolaan sampah yang bernilai manfaat.
Seperti Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang dapat dihasilkan saat ini. Bahan tersebut telah digunakan PLTU Tanjung Awar-awar dan Paiton sebagai bahan bakar co-firing.
"Jadi, TPA juga bukan hanya sebagai tempat untuk menampung sampah, namun juga sebagai tempat yang mampu menghasilkan BBJP," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo Bahrul Amiq mengatakan tahun ini Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk bantuan tersebut. Bantuan itu telah disalurkan melalui rekening masing-masing penerima. Nominal bantuan yang diberikan tiap desa berbeda-beda tergantung jarak dengan TPA.
"Kita berharap anggaran ini dapat konsisten diberikan setiap tahunnya dan kami juga berharap dapat ditingkatkan sesuai harapan dari masyarakat," ucapnya.
Camat Jabon Mokhamad Aziz Muslim menyampaikan bahwa belum seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan. Semisal warga Desa Kupang yang masih 78 persen yang mendapatkannya.
Mewakili warga empat desa terdampak, ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti dan dapat bertambah penerimanya. "Warga Desa Kupang ada 1.416, yang mendapatkan bantuan 1.107 KK, sehingga prosentasenya 78 persen yang mendapatkan Bansos, jadi belum keseluruhan," katanya. (Git/Ir)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
