
istimewa
JawaPos.com- Keterbatasan lahan tak mesti membuat warga berhenti dan berusaha. Misalnya, yang dilakukan Suharsono, warga Kelurahan Kutisari, Surabaya, ini. Dia memanfaatkan rooftop seluas 2,5 x 15 meter sebagai lokasi peternakan ayam kampung.
Pria yang kerap disapa Hari itu memulai bisnisnya empat tahun lalu. Hal tersebut dilakukan setelah dia sukses mengembangkan urban farming dengan lahan terbatas sejak 2012. ’’Karena dasarnya kepingin, terus ketemu teman yang peternak juga, jadi ikut mengembangkan,’’ ungkapnya kemarin (3/11).
Suharsono mengatakan tak banyak pertimbangan saat mengambil keputusan memanfaatkan rooftop tersebut untuk beternak ayam kampung. Termasuk soal bau maupun limbah dari peternakan sederhananya.
’’Saya menggunakan cairan mikroorganisme yang disemprotkan pada makanan ayam. Lalu, limbah kotoran dimanfaatkan untuk kompos tanaman,’’ ungkap anggota Kelompok Tani Pringgodani Kutisari itu.
Hingga kini, dia memiliki sekitar 90 ekor ayam kampung dengan satu pejantan. Setiap hari menghasilkan 60–70 butir telur. Sebagian telur tersebut dijual dengan harga Rp 3.000 per butir.
Sebagian lainnya ditetaskan dengan menggunakan mesin inkubator yang dia dapat dari sesama kelompok peternak. ’’Jual butiran bisa. Satu pak juga bisa, isi 30-an butir,’’ ungkapnya.
Buah ketelatenan tersebut didapat saat pandemi Covid-19. Permintaan telur ayam kampung meningkat. Hingga, permintaan harus disesuaikan dengan ketersediaan barang.
Suharsono mengungkapkan, inden telur ayam bisa mencapai tiga mingguan. Saat ini dia mengembangkan program bersama Kecamatan Tenggilis Mejoyo untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak. ’’Iya, salah satunya itu untuk cegah stunting. Jadi, setiap anak diberi telur nanti bareng kecamatan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Surabaya drh Soenarno Aristono mendukung penuh upaya warga dalam pengembangan usaha peternakan. Pihaknya bakal melibatkan para peternak untuk mengembangkan program padat karya dari Pemkot Surabaya. ’’Padat karya untuk peternakan juga kami persiapkan. Termasuk support benih dan pakan,’’ ujarnya.
Soal pembibitan ayam kampung, DKPP Surabaya tengah memproses tiga jenis, yakni ayam kampung brahma, polan, dan batik. ’’Jumat ini ayamnya datang. Setelah pembibitan, baru kami sebar ke masyarakat. Soalnya, harga jual bisa tiga kali lipat,’’ paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
