
Photo
JawaPos.com- Gresik termasuk kabupaten yang kaya akan budaya peninggalan masa lalu. Sebagai wilayah yang dijuluki Kota Bandar pada masanya, tata kota Gresik sudah didesain sedemikian rupa. Salah satunya, Jalan H.O.S. Cokroaminoto yang menjadi jalan terpendek di Indonesia.
Jalan tersebut berada di pusat kota pada era lama. Pesona masa silam masih kental di kawasan tersebut. Bangunan-bangunan heritage hingga ruas-ruas jalan masih tampak menggambarkan Gresik tempo dulu.
Di Jalan H.O.S. Cokroaminoto yang hanya memiliki panjang 50 meter itu, juga berdiri bangunan-bangunan kuno berjejer. Jumlahnya hanya sekitar 10 bangunan. Untuk melintasi jalan itu, hanya dibutuhkan waktu 20 detik.
Uniknya, jalan yang masuk kawasan heritage tersebut merupakan saksi bisu cikal bakal pusat perdagangan dan perekonomian pada 1902-an. Kini jalan yang memiliki panjang kurang dari 50 meter itu menjadi jalan penghubung menuju ke Alun-Alun Kota Gresik maupun Pasar Kota Baru.
Pengendara roda dua maupun empat yang melintas sangat mungkin belum tahu bahwa jalan itu masuk kategori jalan terpendek. Maklum, papan nama jalan yang menunjukkan identitas jalan tidak terpasang.
Pemerhati sejarah Gresik Dr Mohammad Toha menyatakan, ada tradisi di Gresik yang ada sejak zaman dulu. Yakni, ketika memberi nama jalan dan ada potongan jalan, itu akan diberi nama yang berbeda.
Salah satu contoh Jalan H.O.S. Cokroaminoto itu. Tidak digabung dengan Jalan Samanhudi maupun Jalan Raden Santri. ’’Tidak ada sejarah spesifiknya. Hanya soal budaya jalan itu dinamakan sendiri dan tidak digabung,’’ ucap Toha.
Pria 53 tahun itu menyebutkan, penamaan H.O.S. Cokroaminoto bukan semata pahlawan nasional itu memiliki sejarah di Gresik. Hanya, di kawasan tersebut, memang penamaan jalan menggunakan nama pahlawan Islam atau santri. ’’Tidak ada sejarah H.O.S. Cokroaminoto di Gresik,’’ imbuhnya. Kalau di Surabaya memang ada sejarahnya.
Jalan tersebut memang jalan utama. Jika ditarik lurus, jalan itu menghubungkan antara paseban atau sekarang pendapa, ke utara adalah alun-alun, kemudian Jalan H.O.S. Cokroaminoto, dan masuk ke Kampung Kemasan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
