
Ilustrasi pembacokan
JawaPos.com – Asmara tak hanya membuat bahagia, namun terkadang berbuah duka. Hal inilah yang sedang dialami Muhammad Sahroni,21. Diduga karena masalah asmara, Sahroni tiba-tiba dibacok orang tak dikenal, Jumat (17/5) pukul 14.30. Akibat sabetan senjata tajam, warga Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itupun terluka parah.
Dia mengalami sejumlah luka bacok. Yaitu di tangan, dada dan punggung. Luka korban pun langsung dioperasi di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Umar, 51, ayah korban saat ditemui di depan kamar operasi mengaku tidak tahu pasti kronologi pembacokan yang menimpa anak sulungnya itu. Jumat sekitar pukul 17.00, dia dijemput kerabatnya. Kerabatnya itu mengabarkan Sahroni tengah dirawat di rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka bacok.
Umar pun memastikan, anaknya itu tidak punya musuh. Bahkan, tidak pernah terlibat cekcok dengan siapapun. Menurutnya, Sahroni tergolong anak pendiam. Karena itu, Umar tidak bisa menebak sama sekali siapa kira-kira yang membacok anaknya.
“Saya tidak tahu siapa yang tega melakukan (pembacokan)nya,” tuturnya, Sabtu (28/5) pagi.
Informasi sementara yang diterima Umar, anaknya dijebak. Sebelum pembacokan terjadi menurutnya, ada seorang perempuan yang menghubungi anaknya dan meminta bertemu. Sahroni sendiri baru kenal dengan perempuan tersebut dari media sosial.
“Jadi anak saya ini baru kenal. Lalu dihubungi diajak ketemuan. Kayaknya mereka janjian di tepi Jalan Barito. Saat anak saya menunggu di sana, tiba-tiba dari belakang ada yang membacoknya. Ada tiga luka bacok, di tangan kanan, punggung dan dada,” terangnya.
Namun, Umar mengaku tidak tahu berapa orang yang membacok anaknya. Apakah satu orang atau lebih. Yang jelas, anaknya tidak kenal dengan pelaku.
Sementara Dewi, bibi dari korban mengatakan, perempuan yang mengajak keponakannya bertemu itu adalah warga Kedopok. Perempuan itu sudah bersuami dengan status pernikahan sirri. Itulah kenapa sempat ada dugaan, ponakannya itu dibacok karena berurusan dengan istri orang.
“Setahu saya perempuan itu sudah nikah sirri, tapi sekarang sedang pisah sama suaminya,” tuturnya.
Namun, Dewi menegaskan tidak ada hubungan apa-apa antara keponakannya itu dengan perempuan tersebut. Apalagi, perempuan itu baru saja dikenalnya lewat media sosial.
Kasat Reskrim Polresta Probolinggo AKP Jamal melalui Plt Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah Regama membenarkan pembacokan itu. Menurutnya saat ini petugas kepolisian tengah menyelidiki pembacokan itu.
“Saat ini korban telah menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Saleh. Satreskrim tengah mendalami kasus tersebut,” terangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
