
RS Lapangan khusus Covid-19 di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com–Kota Surabaya masuk masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 karena beberapa faktor. Salah satunya adalah banyaknya pasien Covid-19 di rumah sakit.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, faktor Surabaya masuk dalam kategori PPKM level 3 karena hitungan konfirmasi positif. Padahal, banyak pasien di RS yang bergejala ringan.
”Hitungan konfirmasi positif dan (faktor) yang paling besar itu adalah pengaruh jumlah orang di RS,” ujar Eri pada Selasa (15/2).
Menurut dia, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Surabaya masih jauh dari batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO), yakni 60 persen. Per kemarin (14/2), BOR Surabaya masih di angka 24 persen.
”BOR kita seharusnya ini masih jauh tapi kalau dirawat di RS banyak. Tapi jumlah di RS itu 600 lebih. Tapi 375 di antaranya itu gejala ringan,” terang Eri.
Eri minta seluruh RS untuk membawahi hotel yang menjadi lokasi isolasi terpusat. Dengan demikian, BOR tidak meningkat.
”Kemarin kita cek. RS bilang kalua orang masuk RS nggak boleh ditolak padahal presiden bilang kalau gejala ringan nggak perlu ke RS cukup di rumah atau isoter,” papar Eri.
”Kita koordinasikan dengan RS bagaimana (pasien) tetep dipandu masuk RS tapi nggak di RS. Jadi isoter tapi dibawahi RS. Tanggung jawab RS. Di hotel isoternya,” tambah dia.
Beberapa hotel sudah ditunjuk untuk menjadi tempat isoter bagi pasien bergejala ringan. Pasien yang akan membayar biaya perawatan isolasi di hotel. Namun perawatan dan obat tetap disediakan RS.
”Jadi ini ada opsi lain selain Hotel Asrama Haji dan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT). Kalau di HAH sekarang sudah mulai longgar (tidak banyak pasien),” terang Eri.
Untuk pasien yang memilih dan mampu melakukan isolasi mandiri (isoman), mereka akan dipantau Satgas Kampung Tangguh. ”Jadi ada yang isoman ada isoter. Isoman ini dikuatkan dengan kampung tangguh,” jelas Eri.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
