Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Februari 2022 | 02.29 WIB

50 Persen Pasien Covid-19 di Surabaya Gejala Ringan

RS Lapangan khusus Covid-19 di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos - Image

RS Lapangan khusus Covid-19 di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos

JawaPos.com–Kota Surabaya masuk masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 karena beberapa faktor. Salah satunya adalah banyaknya pasien Covid-19 di rumah sakit.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, faktor Surabaya masuk dalam kategori PPKM level 3 karena hitungan konfirmasi positif. Padahal, banyak pasien di RS yang bergejala ringan.

”Hitungan konfirmasi positif dan (faktor) yang paling besar itu adalah pengaruh jumlah orang di RS,” ujar Eri pada Selasa (15/2).

Menurut dia, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Surabaya masih jauh dari batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO), yakni 60 persen. Per kemarin (14/2), BOR Surabaya masih di angka 24 persen.

”BOR kita seharusnya ini masih jauh tapi kalau dirawat di RS banyak. Tapi jumlah di RS itu 600 lebih. Tapi 375 di antaranya itu gejala ringan,” terang Eri.

Eri minta seluruh RS untuk membawahi hotel yang menjadi lokasi isolasi terpusat. Dengan demikian, BOR tidak meningkat.

”Kemarin kita cek. RS bilang kalua orang masuk RS nggak boleh ditolak padahal presiden bilang kalau gejala ringan nggak perlu ke RS cukup di rumah atau isoter,” papar Eri.

”Kita koordinasikan dengan RS bagaimana (pasien) tetep dipandu masuk RS tapi nggak di RS. Jadi isoter tapi dibawahi RS. Tanggung jawab RS. Di hotel isoternya,” tambah dia.

Beberapa hotel sudah ditunjuk untuk menjadi tempat isoter bagi pasien bergejala ringan. Pasien yang akan membayar biaya perawatan isolasi di hotel. Namun perawatan dan obat tetap disediakan RS.

”Jadi ini ada opsi lain selain Hotel Asrama Haji dan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT). Kalau di HAH sekarang sudah mulai longgar (tidak banyak pasien),” terang Eri.

Untuk pasien yang memilih dan mampu melakukan isolasi mandiri (isoman), mereka akan dipantau Satgas Kampung Tangguh. ”Jadi ada yang isoman ada isoter. Isoman ini dikuatkan dengan kampung tangguh,” jelas Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore