Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Desember 2021 | 16.16 WIB

Pantau Pasien Stroke dari Jarak Jauh

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-  Pasien stroke membutuhkan rehabilitasi yang cukup panjang. Biasanya, pasien harus datang ke rumah sakit untuk mendapatkan rehabilitasi dan pemantauan langsung dari dokter. Namun, dengan inovasi EEG (Electro Encephalography) Brain Monitoring karya dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), pasien pun bisa rehabilitasi di rumah dan terpantau oleh dokter.

Ya, EEG-Brain Monitoring tersebut digagas Dr Ir Adhi Dharma Wibawa, dosen Teknik Komputer ITS. Dia menyatakan, inovasi yang diciptakannya menggunakan EEG atau sinyal otak. EEG sendiri adalah sinyal yang keluar pada saat manusia beraktivitas. ’’Di kepala kita sudah ada peta. Nah, sensor motorik berada di bagian otak C-3 dan C-4. Sensor yang kami gunakan pun sudah standar internasional,’’ katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Wakil ketua Pusat Penelitian (Puslit) Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Kesehatan ITS itu menuturkan, selama ini rehabilitasi pasien stroke biasanya dimonitor dokter melalui pengamatan visual. Jadi, evaluasi pasien dilakukan dengan melihat secara gerakan pasien. ’’Evaluasinya sangat sulit dilihat,’’ ujarnya.

Karena itu, timnya berinovasi menggunakan sinyal EEG yang memonitor motorik di bagian saraf otak C-3 dan C-4. Dari sinyal EEG tersebut, kemudian dipelajari parameter-parameter yang dapat digunakan sebagai evaluasi pasien stroke saat rehabilitasi. ’’Kami pelajari parameter apa saja untuk mengetahui gerakan pertama dan kedua ada perbaikan,’’ imbuhnya.

Adhi menambahkan, cara kerjanya pun mudah. Pasien stroke dapat melakukan rehabilitasi di rumah dengan menggunakan alat EEG yang dipakai di kepala. Setelah selesai latihan, tinggal meng-upload file yang dihasilkan dari alat tersebut ke sistem berbasis cloud yang telah diciptakannya. ’’Dari situ, nanti kami menghitung dan memproseskan hasil latihan. Hasil score setiap latihan akan disimpan di database. Kemudian, hasil score latihan pasien akan disampaikan ke dokter melalui SMS (short message service),’’ jelasnya.

Saat ini tim peneliti EEG-Brain Monitoring telah berdiskusi untuk penerapan sistem baru tersebut di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Nanti timnya mempresentasikan alat baru tersebut di hadapan para petinggi RSUA.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore