
Ratusan penghuni lapas dievakuasi keluar dalam simulasi. Humas Kemenkumham Jatim
JawaPos.com–Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas I Surabaya panik ketika melihat asap keluar dari salah satu stop kontak kamar hunian, Kamis (9/9) malam. Dengan panik dan penuh rasa takut, mereka berteriak minta tolong.
’’Pak tolong, Pak. Kebakaran, Pak. Panas,” teriakan itu keluar dari mulut warga binaan.
Mendengar teriakan tersebut, petugas regu pengamanan dengan sigap membuka satu per satu kunci terali. Semakin malam, lapas di Porong itu semakin mencekam. Warga binaan yang panik pun berhamburan keluar blok.
Suasana darurat itu sengaja diciptakan pihak lapas yang dihuni sekitar 1.900 warga binaan itu. Lapas yang dipimpin Gun Gun Gunawan itu memang sedang melakukan simulasi penanganan situasi darurat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam itu diikuti warga binaan blok B dengan sangat antusias. Simulasi pun dibuat semirip mungkin dengan kejadian asli. Properti seperti pembuat asap menambah suasana semakin mencekam.
Beberapa WBP bahkan ada yang sampai lupa memakai baju dan segera meninggalkan kamar menuju titik kumpul. ”Ini hanya simulasi penanganan kejadian luar biasa,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Surabaya Gatot Harisaputro.
Menurut Gatot, edukasi keadaan darurat sangat perlu dilakukan di lapas. Sehingga, warga binaan bisa memiliki pemahaman yang baik ketika situasi genting tiba-tiba terjadi.
’’Hari ini kita coba satu wings untuk melakukan simulasi tanggap darurat bencana, ini bagian dari latihan agar jika terjadi sesuatu tidak kaget atau bingung,’’ lanjut Gatot.
Kegiatan simulasi kali ini melibatkan petugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Baik Karupam, Wakarupam, petugas blok, dan juga warga binaan di blok B.
Gatot sekaligus memberikan penguatan penerapan SOP yang benar saat kejadian bencana. ’’Petugas blok melaporkan ke Ka Rupam untuk mengambil kunci dan menggumumkan ke seluruh WBP untuk tetap tenang dan berlari keluar mengikuti petunjuk arah jalur evakuasi menuju titik kumpul yang berada di lapangan,” urai Gatot.
Salah seorang warga binaan berinisial BD mengaku simulasi itu menambah pengetahuannya. Terutama terkait bencan alam atau kebakaran.
’’Kami terima kasih, karena menjadi tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat,” terang dia

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
