Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 01.43 WIB

KPU Surabaya Siapkan Interpreter pada Debat Pertama Pasangan Calon

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya akan menggelar debat pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya pada Rabu (4/11). Debat tersebut mempertemukan paslon nomor urut satu Eri Cahyadi dan Armuji serta paslon nomor urut dua Machfud Arifin dan Mujiaman.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Subairi mengatakan, debat pertama bertema Menjawab Permasalahan dan Tantangan Kota Surabaya pada Era Pandemi Covid-19.

”Akan ada dua moderator, Helmi Kahaf dan Rina Fahlevi yang memandu jalan debat. Karena situasi pandemi, debat akan disiarkan langsung di YouTube KPU Surabaya, Jtv, TVRI, dan SBO TV,” tutur Subairi pada Selasa (4/11).

Subairi mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak. KPU bahkan sudah membuat pakta integritas yang terkait dengan netralitas semua pihak.

”Hari ini (3/11) moderator sudah menandatangani pakta integritas terkait larangan dan bukti netralitas. Akan disampaikan sebagai pegangan dalam memandu debat,” terang Subairi.

Pertanyaan disiapkan lima panelis. Mereka adalah Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nurhasan, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) Sukadiono, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga David S. Perdanakusuma, Romy Hermawan dari Universitas Brawijaya Malang, serta Akhmad Jayadi dari Unair.

”Semua dari kalangan akademisi. Mereka akan memberikan pertanyaan dalam amplop, tersegel, masuk ke kotak,” papar Subairi.

Subairi menegaskan, tidak ada yang mengetahui isi pertanyaan kecuali panelis. KPU bahkan tidak mengetahui pertanyaan yang dibuat panelis. ”Kami hanya menyampaikan tema debat kepada panelis. Netralitas terjaga,” tegas Subairi.

Subairi menambahkan, hanya ada 6 orang yang diperbolehkan masuk ruang debat. ”Di tengah situasi pandemi ini, kondisi tidak seperti biasa. Biasanya kan ada pendukung. Karena protokol Covid-19, yang boleh masuk hanya paslon dan tim kampanye 4 orang. Sementara itu Bawaslu 2 orang dan KPU 4 orang,” jelas Subairi.

Selian itu, ada juga panelis yang memastikan pertanyaan tetap tersegel. ”Kami juga menyediakan interpreter untuk membantu teman-teman disabilitas,” terang Subairi.

Subairi memaparkan terdapat beberapa segmen sehingga masyarakat bisa lebih memahami dan mengikuti visi misi serta pemaparan calon. ”Setelah paslon memaparkan visi misi, akan diberikan soal dari panelis. Kemudian sesi tanya jawab antar paslon,” ujar Subairi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=QpOqUmphWuE

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore