Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2020 | 03.04 WIB

Sertifikasi Sulit, Guru TK Surabaya Curhati Mujiaman

Mujiaman (tengah) ketika menemui guru TK. Mereka berdiskusi soal sertifikasi yang dirasa sulit. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Mujiaman (tengah) ketika menemui guru TK. Mereka berdiskusi soal sertifikasi yang dirasa sulit. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Tunjangan guru TK dan PAUD Surabaya Selatan masih kurang diperhatikan. Hal tersebut menjadi poin utama Pengurus K3 TK Kecamatan Kenjeran curhat kepada calon wakil wali kota Mujiaman pada Selasa (6/10).

Menurut Pengurus K3 TK Kecamatan Kenjeran Laili Dewi Nursanti, selama ini guru pendidikan dini dipandang sebelah mata. ”Ngurus IMB itu sulit, biayanya tinggi. Akibatnya ada TK yang nggak punya izin operasional. Ada TK ngajukan IMB 4 tahun belum turun. Padahal tujuan kita mencerdaskan anak bangsa,” ujar Laili.

Laili yang mewakili guru TK se-Kenjeran mengatakan, tunjangan guru dan kepala sekolah tidak ada perbedaan. Bahkan yang paling disayangkan, operator TK tidak mendapatkan tunjangan. ”Kepala sekolah itu beban pekerjaannya lebih banyak, tapi tunjangannya sama dengan guru,” terang Laili.

Laili juga merasa sudah seharusnya pemerintah melihat guru TK belum move on ke zaman yang lebih modern karena keterbatasan fasilitas. ”Sekarang semua online, berkasnya pakai komputer, internet. TK kalo bisa mengajukan sarpras. Sekarang susah. Pemerintah kurang responsif,” keluh Laili.

Kepala TK Thalis itu menitip harapan besar kepada paslon nomor dua, Machfud-Mujiaman. Menurut dia, paslon Machfud-Mujiaman memiliki visi menyejahterakan rakyat.

Laili juga sempat bercerita tentang sulitnya akses transportasi, tunjangan, dan sertifikasi. ”Guru sudah S1 PAUD. Sertifikasi susah. Tes banyak. Akhirnya sekarang masih terkatung-katung. Pemerintah nggak solutif,” ucap Laili.

Menanggapi itu, Mujiaman mengungkapkan, sudah seharusnya seluruh tenaga pendidik diberikan perhatian sepantasnya. Membangun kota tidak bisa melulu dari atas. Harus memperhatikan hal-hal kecil seperti tenaga pendidikan usia dini.

”Kesejahteraan dan sertifikasi harus diatur. Tujuan saya untuk tenaga pendidikan ada tiga. Sejahtera, sertifikasi, sarpras terpenuhi,” terang Mujiaman.

Mantan dirut PDAM itu mengatakan, bersama Machfud Arifin perhatiannya difokuskan pada pembangunan rakyat kecil. ”Infrastuktur tentu dibangun. Kalau kotanya besar tapi warganya nggak sejahtera, buat apa? Maka dari itu saya mau meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan perekonomian seluruh warga,” tegas Mujiaman.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=cvb3TE-KyB0&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore