
TUGAS KEMANUSIAAN: Bebby Laras Sinta P. (kiri) dan Ernawati Sihombing mengikuti ibadat Paskah secara livestreaming di sela-sela waktu berjaga di IGD tambahan National Hospital Minggu (12/4). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perayaan Paskah yang dimaknai sebagai kebangkitan Yesus Kristus merupakan momen penting bagi umat Kristiani. Perayaannya menjadi hal yang paling dinanti. Namun, Paskah tahun ini terasa sangat berbeda. Pandemi Covid-19 membuat ibadat dan misa tak lagi dilakukan di gereja.
Pandemi tidak hanya membuat Bebby Laras Sinta P. dan Ernawati Sihombing tak bisa bebas beribadat di gereja. Kali ini mereka juga mesti berjaga di instalasi gawat darurat (IGD) tambahan untuk penanganan Covid-19 di National Hospital. Dua perawat tersebut berjaga sejak pukul 07.00 kemarin pagi (12/4).
Melalui tayangan live YouTube, ibadat Paskah dimulai tepat pukul 08.00. Namun, pasien yang datang harus terlebih dahulu ditangani. Setelah tak ada lagi antrean pasien, keduanya baru menyalakan tayangan live sekitar pukul 09.00. Mengikuti ibadat yang sudah setengah jalan. Selang waktu 30 menit, keduanya berhenti karena pasien baru kembali berdatangan.
”Ya, rasanya pasti beda banget. Apalagi Paskah begitu sakral bagi kami,” ucap Bebby. Tahun ini kali pertama Bebby tak beribadat langsung di gereja, ditambah adanya panduan ibadat lewat livestreaming. Meski begitu, Bebby meyakini ibadat dimulai dari kekhidmatan hati. Seluruh doa dan pengharapan tetap bisa dipanjatkan di mana saja.
Menjalani profesi tenaga kesehatan juga merupakan tugas kemanusiaan yang tak bisa disepelekan. Bebby mengatakan, melayani Tuhan maupun kemanusiaan harus berjalan beriringan. Momen ibadat juga terasa berbeda karena ornamen keagamaan tidak boleh dibawa demi menjaga sterilisasi ruangan. ”Biasanya, kan baca Alkitab yang kemudian dijelaskan pendetanya, sekarang ya perhatikan saja videonya,” ucapnya.
Erna juga berbagi cerita. Paskah kali ini terasa begitu berbeda baginya. Sudah dua minggu terakhir, ibadat dilakukan dengan mengikuti livestreaming gereja. Kali ini Erna menjalaninya sambil berjaga di rumah sakit. ”Ya, biasanya kan sama suami dan anak, sekarang di sini,” tuturnya.
Dia makin trenyuh karena tak bisa merayakan bersama teman-teman seiman. ”Biasanya senang, ketemu banyak orang,” ucapnya. Erna sangat berharap pandemi ini segera berlalu. Sudah jadi tradisi baginya, jalan-jalan dengan keluarga pada momen spesial seperti ini. ”Ya, sekarang juga enggak mungkin jalan-jalan dengan bebas kan?” sambungnya.
Sementara itu, di GKI Ngagel Surabaya perayaan Paskah berlangsung secara livestreaming melalui akun YouTube gereja. Hanya ada satu sesi, yaitu pukul 10.30. Pendeta GKI Ngagel Florida Rambu menerangkan, momen Paskah tahun ini mengambil tema Kebangkitan yang Menjadi Tanda Pengharapan. Pilihan tema itu tak sembarang dibuat.
Gereja menyelaraskan dengan kondisi saat ini. Dunia sedang mengalami gejolak karena terimbas Covid-19. Kemuraman mendominasi. Semua sedih. ’’Tapi di situasi inilah, harapan tidak boleh hilang. Momen kebangkitan mengajarkan kemenangan. Begitu pula dengan masalah yang kita hadapi. Dalam nama Tuhan, pasti segera berakhir,” ujarnya.
Kegiatan yang hanya diikuti sepuluh pelayan gereja itu berjalan dengan lancar. Florida mengakui momen Paskah tahun ini memang berbeda. Tidak ada jemaat yang datang ke gereja. ’’Di tahun lalu kami bertatap muka secara langsung. Sekarang kondisi memang tidak memungkinkan,” paparnya.
Sebagai hamba Tuhan, Florida paham dan terus mendoakan yang terbaik bagi jemaat dan gereja. Apa pun badai yang dihadapi manusia ini, dia menyatakan semua pasti berlalu. ’’Banyak jemaat yang terus bertanya kapan bisa beribadah lagi. Saya menangkap ada kerinduan untuk bersekutu. Saya pun merasakan hal yang sama. Saya yakin kita bakal bertemu,” paparnya.
Florida menerangkan, dalam pelayanan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus itu, setiap pelayan jemaat wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan. Di antaranya, menjaga jarak minimal 1 meter serta membersihkan tangan dengan hand sanitizer. ’’Kami menerapkan physical distancing. Semua demi kebaikan bersama,” ucap Florida.
Mulai dari Minggu Palma sampai kemarin, pelayan gereja yang bertugas juga diharuskan mencuci tangan dengan baik dan benar. ’’Jadi, kami menaati peraturan pemerintah, tapi tetap bisa melayani umat. Bukankah Kristus juga mengajarkan hal yang sama? Itulah yang Tuhan ajarkan melalui momen Paskah ini,” ujar dia, lantas tersenyum.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zXyT9kCL_-E
https://www.youtube.com/watch?v=y9tWiPxnfoM
https://www.youtube.com/watch?v=Ov01DNM8CVU

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
