Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2020 | 01.48 WIB

SBMPTN Kembali ke Sistem Lama: Daftar Dulu, Baru Jalani Tes UTBK

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) sama dengan sistem dua tahun lalu. Yakni, pendaftaran SBMPTN akan dilaksanakan sebelum tes ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Kebijakan tersebut menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini merebak di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih mengatakan, pendaftaran UTBK dan SBMPTN akan dilaksanakan secara bersamaan. Jadwalnya diputuskan pada 2–20 Juni. Setelah itu, pelaksanaan UTBK berlangsung pada 5–12 Juli. ’’Mekanisme pelaksanaan SBMPTN dan UTBK akan kembali ke dua tahun lalu,’’ katanya.

Tahun lalu siswa harus menjalani UTBK dulu. Kemudian, hasil ujian itu menjadi pedoman untuk memilih prodi dalam SBMPTN.

Nasih menuturkan, pelaksanaan UTBK dan SBMPTN pun dibuat lebih simpel dan mudah. Waktu pelaksanaannya juga lebih cepat. ’’Jika kondisinya masih tidak memungkinkan, akan dijadwalkan ulang,’’ ujarnya.

LTMPT sudah memutuskan untuk memundurkan jadwal pelaksanaan SBMPTN dan UTBK. Selain itu, peserta hanya boleh mengikuti satu kali tes UTBK. Sebelumnya, peserta diperbolehkan untuk mengikuti dua kali tes. ’’Selain itu, pelaksanaan ujian dilakukan semi-online,’’ ucap pria yang juga menjabat rektor Unair itu.

Nasih menjelaskan mekanismenya. Siswa harus mendaftar SBMPTN dengan memilih program studi (prodi) dan perguruan tinggi negeri (PTN) yang diinginkan. Kemudian, secara bersamaan, siswa harus memilih tempat pelaksanan UTBK. Siswa akan melaksanakan tes UTBK sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. ’’Tetap dilaksanakan di ruangan yang sudah ditentukan. Tes UTBK tidak dilaksanakan benar-benar online. Peserta tidak bisa mengerjakan di sembarang tempat. Karena rawan terjadi kecurangan,’’ ujarnya.

Hasil SBMPTN akan diumumkan pada 25 Juli. LTMPT juga tidak akan mengumumkan nilai UTBK seperti tahun lalu. Jadi, mekanisme pengumumannya dilakukan secara langsung. Setelah ujian, akan ditetapkan kelulusannya sekaligus diumumkan. ’’Sekali lagi, alasan penyesuaian mekanisme SBMPTN ini karena kondisi yang tidak biasa. Persiapkan dengan baik dan tetap di rumah, belajar,’’ tuturnya.

Sementara itu, pengumuman jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) telah dilakukan Rabu (8/4). Sejumlah PTN di Surabaya mengalami penurunan jumlah pendaftar. Salah satunya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Direktur Pendidikan ITS Siti Machmudah mengatakan, berdasar data yang telah diperoleh, jumlah siswa yang diterima SNMPTN mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya, dari 1.223 pendaftar menjadi 1.022 calon mahasiswa baru (camaba).

Penyebabnya, lanjut dia, LTMPT mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN menjadi 20 persen. ’’Sebanyak 1.022 pendaftar yang telah diterima merupakan 20 persen dari total kuota penuh mahasiswa baru ITS tahun ini,” katanya.

Kuota 1.022 kursi diperoleh dari total 13.850 pendaftar SNMPTN di ITS. Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 10.707 orang. Peminat paling banyak berada di departemen teknik informatika dengan 1.627 pendaftar dan yang diterima hanya 61 orang.

Machmudah mengatakan, siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN diharapkan melakukan daftar ulang. Jika siswa tidak mendaftar ulang, ITS akan memberikan sanksi berupa pengurangan jumlah kuota SNMPTN di SMA asal siswa tersebut tahun mendatang. ’’Tidak ada sanksi blacklist sekolah asal. Hanya pengurangan kuota,’’ ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore