Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Maret 2020 | 21.48 WIB

Vertikal Jadi Tren Hunian Ke Depan

Maket Apartemen The Trans Icon yang dikembangkan di Surabaya - Image

Maket Apartemen The Trans Icon yang dikembangkan di Surabaya

JawaPos.com - Kebutuhan hunian di perkotaan terus meningkat seiring berkembangnya jumlah penduduk dan perkembangan kota. Apartemen kini menjadi salah satu alternatif hunian di perkotaan.

Marketing General Manager The Trans Icon Antony Susanto mengatakan kebutuhan terhadap tempat tinggal di Surabaya terus meningkat. Apalagi melihat perkembangan perhotelan dan perekonomian, Surabaya menjadi satu tujuan primadona ke depan.

''Tren hunian di negara maju seperti Singapura, Hongkong bahkan Jakarta adalah back to the city. Jadi, tren hunian seperti apa, yang tanah (landed) sudah tidak memungkinkan bertambah. Maka, hunian vertikal akan menjadi pilihan kaum milenial ke depan,'' jelasnya di sela talkshow bisnis Trends That Will Shape Property Business in 2020, Rabu  (18/3). Hunian vertikal juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalam proyek.

Perkembangan perekonomian Surabaya yang pesat juga didukung dengan adanya bandara sampai pelabuhan. Makanya Surabaya kerap menjadi pintu gerbang ke Indonesia bagian timur. Tercatat pertumbuhan penduduk di Surabaya terus meningkat yang sekarang mencapai 10 juta jiwa. Juga dari kota-kota penyangga seperti Gresik, Sidoarjo dan Malang, banyak yang bekerja di Surabaya.

''Jadi bisa dilihat, Surabaya merupakan pangsa pasar yang besar untuk hunian,'' jelasnya. Diyakini, akan terjadi perubahan gaya hidup, terutama mencari hunian yang dapat memenuhi kebutuhan lifestyle dan leisure. ''Tinggal dalam kawasan yang sudah lengkap,'' lanjutnya.

Photo

Acara talkshow bisnis Trends That Will Shape Property Business in 2020 (Istimewa)

The Trans Icon merupakan proyek superblok di kawasan Surabaya Selatan. Saat ini pihaknya sudah memasarkan dua tower apartemen yaitu Aspen dan Alpin, dan satu tower condominium mewah yaitu The Trans Hotel Apartemen. ''Proyek ini ditunjang dengan lokasi yang strategis karena dekat dengan akses jalan tol,'' tuturnya. Selain itu juga dekat dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan

Menurutnya, dekat dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan memiliki nilai tambah sendiri. Karena itu menunjukkan potensi pasarnya besar. Juga dekat dengan kawasan industri yang tercatat ada 370 PMA dan PMDN serta ada sebanyak 65 ribu tenaga kerja. ''Sehingga bisa disewakan maupun dijual kembali,'' ungkapnya.

Dalam seminar itu juga mendatangkan pembicara lain dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Surabaya dan OYO yang merupakan jaringan hotel yang menyewakan kamar hotel dan bekerja sama dengan mitra pemilik.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore