Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2019 | 01.48 WIB

Polrestabes Surabaya Bongkar Pengedar Narkoba Sindikat Lapas

BEBER TANGKAPAN: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho menunjukkan barang bukti narkoba yang didapat dari sindikat yang diotaki napi. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

BEBER TANGKAPAN: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho menunjukkan barang bukti narkoba yang didapat dari sindikat yang diotaki napi. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kombespol Sandi Nugroho tampak semringah kemarin (25/9). Kapolrestabes Surabaya itu salut dengan kinerja yang ditunjukkan satresnarkoba. Belakangan, satuan di bawah kendali Kompol Memo Ardian tersebut panen tangkapan. Terakhir, sindikat yang dibongkar ternyata dikendalikan seorang narapidana (napi). ’’Mereka ini tersangkanya,” ujarnya sembari menunjuk sejumlah orang yang mengenakan seragam tahanan. Mereka adalah Hartanto, Irvan Ziqni Edy, Bagaskara, Simon Petrus, Hoirul Anam, Nurul, dan Sirojul Munir.

Tujuh pria itu berasal dari jaringan yang sama. ’’Masing-masing punya keterkaitan,” kata Sandi. Mereka, lanjut dia, diringkus berurutan. Hartanto menjadi yang pertama ditangkap.

Warga Kedinding Tengah itu dibekuk di Jalan Babatan Pantai. Dari pria 33 tahun tersebut, ditemukan 91 butir ekstasi sebagai barang bukti. Hartanto mengaku pil itu didapat dari Irvan Irvan pun langsung menjadi target polisi. Kamar kosnya di Jalan Kedung Asem digerebek. ’’Dapat satu tersangka lagi,” jelasnya. Warga Jalan Rungkut Tengah tersebut tidak bisa mengelak. Dari dalam kosnya, ditemukan tiga poket sabu-sabu (SS). Beratnya 2,23 gram.

Sandi menerangkan, pemuda 21 tahun itu bukan satu-satunya target operasi di sana. Bagas yang menghuni salah satu kamar di tempat kos tersebut juga diincar. Warga Mojokerto berusia 22 tahun itu dicokot Irvan sebagai pengedar pil dobel L alias pil koplo. ’’Ya, mereka ini tinggal di tempat kos yang sama,” sebut alumnus Akpol 1995 tersebut.

Nasib Bagas tidak berbeda jauh dengan Irvan. Dia tidak sempat melarikan diri. Barang bukti yang ditemukan polisi di tempat tinggalnya adalah 40 ribu butir pil koplo.

Sandi memaparkan, kedua tersangka merupakan satu sindikat. Narkoba yang dimiliki berasal dari bandar yang sama. Hanya, ada pembagian jenis narkoba yang dijual. Irvan fokus menjadi pengedar SS, sedangkan Bagas menjual pil koplo. ’’Barang diakui dari AR. Napi Lapas Madiun,” jelasnya.

AR mengirim dua jenis narkoba tersebut secara ranjau. Irvan dan Bagas diminta mengambilnya di Pandaan, Pasuruan. Di pinggir jalan sebuah perkampungan.

Lebih lanjut, perwira dengan tiga melati di pundak itu memaparkan, ekstasi Hartanto yang dibeli dari Irvan juga berasal dari AR. Namun, Irvan memercayakan penjualan pil itu ke Simon Petrus, tetangganya yang tinggal di Jalan Rungkut Tengah.

Sandi menjelaskan, pemuda 29 tahun itu adalah orang kepercayaan Irvan. Berdasar keterangan Irvan, Simon pun dicokok di Jalan Rungkut Industri. Simon dipancing untuk keluar. ’’S (Simon, Red) bisa kami amankan setelah menangkap IR,” kata Sandi.

Meringkus empat tersangka tidak membuat polisi puas. Dua nama lain kembali diamankan tidak lama berselang. Mereka adalah Hoirul dan Nurul. Masing-masing merupakan pelanggan Simon.

Mantan Kapolrestabes Medan itu menambahkan, tertangkapnya Irvan benar-benar membuka jalan bagi anggotanya untuk mendapat hasil lain. Tidak hanya menemukan Simon, Memo dan anak buahnya juga bisa mengendus komunikasi antara AR dan AD. ’’AD itu napi di Lapas Pamekasan,” terangnya. Diketahui, AD punya tangan kanan di Sidoarjo. Namanya Sirojul Munir.

Warga Buduran, Sidoarjo, itu menjadi tersangka terakhir yang ditangkap. Dia diringkus di Jalan Gajah Mada, Sidoarjo. Barang bukti awal yang ditemukan memang hanya dua butir ekstasi. Namun, saat menggeledah tempat tinggalnya, polisi mendapat hasil besar.

Munir ternyata menyimpan banyak narkoba. Perinciannya, 1.195 butir ekstasi, 2,5 kilogram ganja, 940 butir happy five, dan 45 gram SS. ’’Dari jaringan ini, narkoba yang diamankan beragam,” ujar Sandi. ’’Bayangkan kalau lolos. Berapa yang akan menjadi korban,” sambungnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore