
Ilustrasi: Tim bedah RSUD dr Soetomo berhasil mengangkat tumor jantung. (Robertus Risky/Jawa Pos).
JawaPos.com - Tim dokter RSUD dr Soetomo kemarin (5/8) berhasil mengoperasi seorang perempuan yang mengidap tumor jantung. Kasus tersebut terbilang langka dan sulit ditangani. Selain pasien sudah berusia 61 tahun, risikonya terbilang tinggi.
Pasien tersebut berasal dari Bangkalan, Madura. Pasien itu semula datang dengan diagnosis atrial myxoma. Penyakit tersebut merupakan kelainan atau gangguan pada katup jantung. Akibatnya, darah sulit mengalir ke bilik jantung. Kerap kali darah yang dipompa tidak bisa dialirkan ke seluruh tubuh.
Menurut dr Yan Efrata Sembiring SpB (K) TKV, ketua tim operasi, kasus tersebut termasuk jarang terjadi karena biasanya dibutuhkan pemeriksaan yang lebih detail dengan menggunakan ekokardiografi atau USG jantung ”Insidennya hanya 3 persen. Itu termasuk jarang,” ucapnya.
Gejala yang dialami pasien biasanya sakit sesak dan stroke. Namun, sesaknya tidak sembuh-sembuh meski diberi obat penghilang sesak. Gejala yang lain adalah adanya stroke yang berkali-kali. ”Kemungkinan stroke yang terjadi itu karena adanya serpihan tumor yang masuk ke pembuluh darah dan menyumbatnya,” kata dia.
Yang terjadi pada perempuan tersebut, tumor berada di serambi jantung sebelah kiri. Saat operasi dilakukan, tumor yang diambil memiliki panjang dan lebar sekitar 10 sentimeter. Operasi tersebut termasuk urgen. Bila tidak segera dilakukan, tumor akan benar-benar menutup katup atrium dan menghambat aliran darah ke jantung. Itu akan membahayakan nyawa pasien.
Operasi tersebut tidak hanya mengambil tumor. Namun, juga memperbaiki katup mitral. Sebab, tumor juga telah membuat katup tersebut bocor. Jika tidak diperbaiki, jantung akan bocor terus. ”Pengambilan tumor hanya butuh waktu singkat. Mungkin hanya 20 menit. Yang lama memperbaiki katupnya,” ucap Yan. Seluruh proses operasi tersebut menghabiskan waktu sekitar tiga jam.
Dia menuturkan, operasi tersebut harus dilakukan secara konvensional dengan membedah bagian dada. Tidak bisa menggunakan metode minimal invasif karena terlalu riskan. Sebab, tumornya sudah terlalu besar dan hampir menutup pembuluh darah.
Yan menjelaskan, mungkin tumor itu mulai muncul sekitar 10 tahun lalu. Lama-lama membesar seiring berjalannya waktu. Dia belum bisa memastikan penyebabnya. ”Yang pasti, dia memiliki genetik yang bisa menyebabkan tumor,” tutur dia.
Pada operasi itu, terdapat beberapa tenaga medis. Selain dokter spesialis bedah, ada tim anestesi yang terlibat.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
