Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2019 | 23.59 WIB

Tim RSUD dr Soetomo Sukses Angkat Tumor Jantung Langka

Ilustrasi: Tim bedah RSUD dr Soetomo berhasil mengangkat tumor jantung. (Robertus Risky/Jawa Pos). - Image

Ilustrasi: Tim bedah RSUD dr Soetomo berhasil mengangkat tumor jantung. (Robertus Risky/Jawa Pos).

JawaPos.com - Tim dokter RSUD dr Soetomo kemarin (5/8) berhasil mengoperasi seorang perempuan yang mengidap tumor jantung. Kasus tersebut terbilang langka dan sulit ditangani. Selain pasien sudah berusia 61 tahun, risikonya terbilang tinggi.

Pasien tersebut berasal dari Bangkalan, Madura. Pasien itu semula datang dengan diagnosis atrial myxoma. Penyakit tersebut merupakan kelainan atau gangguan pada katup jantung. Akibatnya, darah sulit mengalir ke bilik jantung. Kerap kali darah yang dipompa tidak bisa dialirkan ke seluruh tubuh.

Menurut dr Yan Efrata Sembiring SpB (K) TKV, ketua tim operasi, kasus tersebut termasuk jarang terjadi karena biasanya dibutuhkan pemeriksaan yang lebih detail dengan menggunakan ekokardiografi atau USG jantung ”Insidennya hanya 3 persen. Itu termasuk jarang,” ucapnya.

Gejala yang dialami pasien biasanya sakit sesak dan stroke. Namun, sesaknya tidak sembuh-sembuh meski diberi obat penghilang sesak. Gejala yang lain adalah adanya stroke yang berkali-kali. ”Kemungkinan stroke yang terjadi itu karena adanya serpihan tumor yang masuk ke pembuluh darah dan menyumbatnya,” kata dia.

Yang terjadi pada perempuan tersebut, tumor berada di serambi jantung sebelah kiri. Saat operasi dilakukan, tumor yang diambil memiliki panjang dan lebar sekitar 10 sentimeter. Operasi tersebut termasuk urgen. Bila tidak segera dilakukan, tumor akan benar-benar menutup katup atrium dan menghambat aliran darah ke jantung. Itu akan membahayakan nyawa pasien.

Operasi tersebut tidak hanya mengambil tumor. Namun, juga memperbaiki katup mitral. Sebab, tumor juga telah membuat katup tersebut bocor. Jika tidak diperbaiki, jantung akan bocor terus. ”Pengambilan tumor hanya butuh waktu singkat. Mungkin hanya 20 menit. Yang lama memperbaiki katupnya,” ucap Yan. Seluruh proses operasi tersebut menghabiskan waktu sekitar tiga jam.

Dia menuturkan, operasi tersebut harus dilakukan secara konvensional dengan membedah bagian dada. Tidak bisa menggunakan metode minimal invasif karena terlalu riskan. Sebab, tumornya sudah terlalu besar dan hampir menutup pembuluh darah.

Yan menjelaskan, mungkin tumor itu mulai muncul sekitar 10 tahun lalu. Lama-lama membesar seiring berjalannya waktu. Dia belum bisa memastikan penyebabnya. ”Yang pasti, dia memiliki genetik yang bisa menyebabkan tumor,” tutur dia.

Pada operasi itu, terdapat beberapa tenaga medis. Selain dokter spesialis bedah, ada tim anestesi yang terlibat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore