Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juli 2019 | 02.31 WIB

Benteng Masih Milik TNI-AD, Kodam Terbuka bila Status Menjadi BCB

POTENSI WISATA: Kondisi Benteng Kedung Cowek yang kurang terawat. Kodam V/Brawijaya pastikan benteng tersebut masih dalam pengelolaannya. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

POTENSI WISATA: Kondisi Benteng Kedung Cowek yang kurang terawat. Kodam V/Brawijaya pastikan benteng tersebut masih dalam pengelolaannya. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Isu berpindahnya kepemilikan Benteng Kedung Cowek ke pihak swasta sempat mengemuka. Namun, isu tersebut diklarifikasi Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Singgih Pambudi Arianto kemarin (3/7). Mereka menyatakan, area tersebut masih berada di bawah pengelolaan TNI-AD.

’’Sampai saat ini, Kodam V/Brawijaya masih ditunjuk untuk menguasai lokasi tersebut,’’ ujar Singgih setelah menggelar pertemuan dengan penggiat sejarah kemarin (3/7). Salah satu penggiat sejarah yang datang adalah anggota komunitas Roodebrug Soerabaia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi. Dia menyambut positif lokasi tersebut untuk dikembangkan lebih baik lagi. Pendapat senada diungkap Singgih. ’’Tentu, semua stakeholder harus bergerak bersama. Kami yang ditunjuk menguasai lokasinya, sedangkan Pemkot Surabaya yang memiliki sumber daya untuk mengembangkannya,’’ jelasnya.

Pernyataan tersebut disambut baik oleh para pemerhati sejarah. Mereka menyatakan lega karena informasi yang beredar selama ini ternyata tidak benar. ’’Nyatanya benteng itu masih dimiliki TNI-AD, belum berpindah tangan seperti yang dikabarkan selama ini. Tidak pernah ada tukar guling,’’ ucap Founder Roodebrug Soerabaia Adi Setiawan.

Dari hasil pertemuan itu, Kodam V/Brawijaya terbuka jika status bangunan di sana dijadikan bangunan cagar budaya (BCB). Kini tinggal pemkot serius atau tidak mendalaminya. ’’Kami meminta Pemkot Surabaya dan tim cagar budaya segera bergerak dan mendorong regulasi tersebut agar segera keluar,’’ paparnya. Status bangunan yang belum menjadi BCB membuat posisinya rentan. Bisa saja dibongkar atau lainnya.

Benteng Kedung Cowek menjadi salah satu unsur sejarah di Surabaya. Setelah Jepang tumbang, pasukan Heiho menggunakan artileri darat dan udara untuk mempertahankan kedaulatan dari Belanda. Bahkan, anggota TNI-AD menyebut pertempuran besar di Indonesia yang melibatkan senjata kaliber berat terjadi di lokasi itu.

Benteng tersebut menghadap ke Selat Madura. Bangunan itu digunakan untuk menjaga garis pertanahan pantai saat ada gejolak upaya penguasaan kembali Indonesia setelah Jepang kalah.

Total ada sembilan benteng yang berdiri kukuh di sana. Kini kondisinya kurang terawat. Banyak ditumbuhi tanaman liar yang menutupi benteng.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore