Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 15.16 WIB

Rumah Warga Tutupi Saluran, Jalan Tanjungsari Surabaya Sempat Terendam Banjir Usai Hujan Deras

Jalan Tanjungsari Surabaya sempat terendam banjir usai hujan deras. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Jalan Tanjungsari Surabaya sempat terendam banjir usai hujan deras. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari, Rabu (5/11), membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir, seperti Jalan Sidosermo, Jalan Tanjungsari. 

Kemudian Jalan Jemursari, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tidar, Jalan Embong Malang, Jalan Pacuan Kuda, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sukomanunggal, Kecamatan Asemrowo, dan  kawasan lainnya.

Bahkan genangan air di Jalan Tanjungsari mencapai lebih dari mata air orang dewasa. Kondisi ini mendapat perhatian khusus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak). 

Orang nomor satu di Kota Surabaya ini menyoroti sejumlah bangunan rumah warga yang menghalangi saluran, sehingga aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan di kawasan Jalan Tanjungsari.  

“Tolong dicek lagi ke BPN, jangan sampai ada di luar persil. Ini sudah puluhan tahun (menghalangi saluran) terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini?,” tuturnya, Rabu malam (5/11).

Eri lantas menginstruksikan Camat Sukomanunggal, Dwi Anggara Widya Sukma, dan Camat Asemrowo, Khusnul Amin untuk memberikan imbauan kepada warga agar bangunan rumahnya tak menutupi saluran. 

“Kalau salurannya ditutupi rumah, terus gimana ini (menimbulkan genangan). Makannya saya minta tolong Pak Camat dan LPMK, kumpulkan warganya, diingatkan rumahnya harus mundur sesuai dengan surat tanahnya,” imbuh Eri. 

Selain rumah yang menutupi saluran, Wali Kota Surabaya juga meminta jajaran kelurahan dan kecamatan untuk tidak membangun jembatan di kawasan Jalan Tanjungsari, dikarenakan membuat aliran air tidak lancar. 

“Jangan buat jembatan di sini, akhirnya air yang (mengalir) di sini ditutupi begini. Sudah dibongkar saja,” tegas Wali Kota Surabaya dua periode ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi membenarkan bahwa ada rumah warga yang posisinya menjorok ke Jalan Tanjungsari, sehingga membuat aliran air tidak lancar. 

Oleh karena itu, DSDABM berupaya melakukan pelebaran saluran menggunakan box culvert pada tahun depan. Dengan box culvert, air akan dialirkan ke timur, yakni Jalan Asem Mulya, lalu ke saluran Greges dan Bozem Morokrembangan. 

“Karena salurannya kecil dan rumah-rumah banyak yang maju ke jalan. Terus aliran ke muara juga tidak lancar. Karena itu, rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya,” tukas Syamsul. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore