TKP tewasnya Strven Suka Hariyadi di SMA Katolik Frateran, Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com-Aksi Steven Suka Hariyadi (15) melompati pagar rooftop lantai 4 SMAK Frateran Surabaya berujung tragis. Steven yang merupakan siswa SMPK Angelus Custos, Surabaya itu diduga tersengat listrik setelah menginjak kabel AC di area tersebut.
Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk akses Steven ke area SMA yang seharusnya terkunci pada hari libur Nyepi, Jumat (28/3).
Menurut Tjandra Sridjaja, Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni (IKA) Frateran, akses menuju rooftop tersebut seharusnya tidak bisa dilalui siswa SMP karena gedung SMA dan SMP terpisah.
"Kejadian ini adalah siswa SMP yang masuk ke lokasi SMA tanpa izin dan melakukan kegiatan di sana tanpa sepengetahuan pihak sekolah," ungkapnya, Sabtu (10/5).
Tjandra menjelaskan, Steven bersama teman-temannya tidak melewati gerbang utama yang ditutup rapat saat libur Nyepi. Mereka justru masuk melalui pintu belakang asrama SMA. "Kalau dilihat dari rekaman CCTV, mereka masuk lewat pintu belakang, itu bukan akses umum. Kami juga tidak tahu mereka ada di sana," tambahnya.
Berdasarkan keterangan dari teman-temannya, Steven sempat mencoba melompati pagar rooftop dari bagian tengah, namun dihalangi oleh teman-temannya.
"Waktu dia mau meloncat dari tengah, itu teman-temannya sudah melarang. Sudah melarang dia jangan melakukan itu. Tetapi entah bagaimana, dia putar ke belakang, lewat pagar satunya, lalu naik ke sana," ujar Tjandra.
Aksi tersebut terekam jelas di CCTV. Steven tampak melepas sepatunya sebelum memanjat pagar pembatas. Ia terlihat berjalan ke arah sisi rooftop dan menginjak kabel AC yang diduga terkelupas.
"Pada waktu dia kesetrum pun, teman-temannya masih mengira bercanda. Dia masih katakan, 'kesetrum', kan begitu rekamannya. Terus masih diem gitu. Sama temannya kan dibiarkan. Setelah dia jatuh, baru temannya tahu," jelas Tjandra.
Ketika ditanya alasan Steven nekat melompati pagar, Tjandra mengaku tidak mengetahuinya. Namun, ia menyebut Steven sebagai remaja yang aktif dan penuh semangat.
"Korban dikenal seorang yang bergairah, bersemangat. Orangnya suka humor, aktif begitu. Suka action-action kadang-kadang begitu. Ini cerita yang saya dapat. Mungkin dia juga mau action di sana, saya tidak tahu," tuturnya. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
