JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Desa Wisata Jambu di Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/3). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi inovasi masyarakat setempat dalam mengembangkan varietas alpukat unggulan, yakni Alpukat Kelud.
Buah yang berasal dari Kediri ini memiliki ukuran jumbo dengan berat mencapai 1,8 kg. Keistimewaannya terletak pada bijinya yang sangat kecil, bahkan sering disebut "alpukat tanpa biji" di media sosial.
"Saya sudah sering mendengar tentang Alpukat Kelud ini. Ternyata benar, bijinya sangat kecil dan daging buahnya tebal serta berwarna kuning lembut. Ini potensi besar, bukan hanya untuk pasar lokal, tetapi juga nasional dan internasional," kata Khofifah.
Alpukat Kelud merupakan hasil inovasi Agus Joko Susilo, petani sekaligus pemilik kebun alpukat di Desa Jambu. Ia telah mengembangkan 70 varietas alpukat berbeda melalui teknik pembibitan khusus.
Khofifah menekankan pentingnya perlindungan hukum atas inovasi tersebut dengan mendaftarkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). "Inovasi ini luar biasa dan perlu segera dipatenkan. Ini bisa menjadi referensi bagi siapa pun yang ingin berkecimpung di sektor agrobisnis," ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah berharap inovasi seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, setiap wilayah memiliki potensi untuk mengembangkan produk unggulan sesuai dengan kondisi alamnya masing-masing. "Pemerintah sangat mengapresiasi kreativitas masyarakat, seperti yang dilakukan Pak Agus ini. Bahkan, kebun ini bisa menjadi wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas," tambahnya.
Khofifah juga mendorong para pelaku agrobisnis untuk menangkap peluang tren pasar. Misalnya, tren hampers berbentuk pohon buah atau tanaman dalam pot yang kini populer sebagai hadiah atau ucapan selamat. "Selain menghasilkan keuntungan, ini juga menjadi cara kita bersama menjaga lingkungan. Saya pribadi sangat senang melihat tanaman, buah, dan bunga. Rasanya lebih bahagia dan lebih dekat dengan alam," katanya.
Agus Joko Susilo, sebagai inovator di balik Alpukat Kelud, merasa bangga atas kunjungan Gubernur Jatim. Baginya, kehadiran Khofifah menjadi penyemangat untuk terus berinovasi. "Bu Gubernur memberikan motivasi besar bagi kami. Nama Alpukat Kelud sendiri kami ambil dari Gunung Kelud yang ada di Kediri. Buahnya bisa mencapai panjang 40 cm dengan berat 1,8 kg," jelasnya.
Dengan dukungan pemerintah dan inovasi para petani, Alpukat Kelud berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan Jawa Timur yang dapat bersaing di pasar internasional.