
Gubernur Khofifah memantau truk Lumbung Pangan EPIK Mobil yang membawa 5 ton beras yang didistribusikan ke 13 Toko EPIK di 8 kabupaten/kota. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis program Lumbung Pangan Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile mampu menjaga stabilitas harga sembako di Jawa Timur. Program ini menggunakan kendaraan truk sebagai warung bahan pangan murah berjalan yang akan menjangkau berbagai daerah, khususnya wilayah dengan lonjakan harga tinggi.
Baca Juga: Menpan RB Rini Widyantini Bantah Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Gegara Efisiensi Anggaran
Pemberangkatan truk EPIK Mobile dilakukan di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/3). Acara tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh Khofifah yang didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jatim Erwin Gunawan Hutapea, serta Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim M. Noor Nugroho.
Truk EPIK Mobile ini merupakan bantuan dari BI untuk Pemprov Jatim dan secara simbolis diserahkan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim kepada Gubernur Khofifah. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya konkret dalam menekan inflasi dengan memperluas akses bahan pangan murah bagi masyarakat.
"EPIK adalah Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota. Program ini bergerak ke berbagai daerah untuk menstabilkan harga sembako yang mengalami kenaikan," ujarnya.
Truk yang diberangkatkan itu membawa 5 ton beras premium JATIM CETTAR, yang akan didistribusikan ke 13 Toko EPIK di 8 kabupaten/kota, yakni Surabaya, Madiun, Kediri, Malang, Sidoarjo, Gresik, Jombang, dan Ngawi. Beras ini didistribusikan oleh BUMD PT JGU sebagai mitra.
"Beras yang dikirim ini adalah beras premium dalam kemasan 5 kg. Ke depan, kami juga akan menyediakan kemasan 3 kg untuk kebutuhan zakat fitrah," tambah Khofifah.
Program Lumbung Pangan EPIK terbagi menjadi dua jenis, yaitu EPIK Reguler yang tersebar di 13 titik di 8 kabupaten/kota, serta EPIK Mobile yang menggunakan kendaraan truk untuk menjangkau daerah lebih luas. "Dengan adanya EPIK Mobile, pengendalian harga dapat dilakukan lebih fleksibel dan menyasar langsung wilayah dengan harga pangan yang melonjak," jelas Khofifah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim M. Noor Nugroho, menambahkan bahwa operasional EPIK Mobile akan memanfaatkan sinergi BUMD Jatim agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami juga belajar dari pengalaman 2023 dalam mengendalikan inflasi beras. Saat itu, TPID mengimplementasikan kebijakan korporasi petani dengan sistem Koperasi Multi Pihak (KMP). Ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menekan inflasi," paparnya. Dengan peluncuran EPIK Mobile, Pemprov Jatim berharap masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
