Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 November 2024 | 17.51 WIB

BMKG: Gempa 8,6 SR di Surabaya pada 22 November Bohong

VERIFIKASI: Gambar prediksi gempa pada 22 November yang dicek oleh Arum dipastikan sebagai informasi yang keliru. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

VERIFIKASI: Gambar prediksi gempa pada 22 November yang dicek oleh Arum dipastikan sebagai informasi yang keliru. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Beredar gambar yang menginformasikan bahwa akan ada gempa bumi besar melanda Surabaya pada 22 November. Dicantumkan pada gambar tersebut kekuatan gempa mencapai 8,6 SR.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, tidak ada yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi.

Dia meminta agar masyarakat tidak percaya isu prediksi gempa. Semua informasi tentang gempa diharapkan berdasar sumber-sumber lembaga kredibel.

Termasuk pada gambar prediksi yang menyebut Surabaya dilanda gempa pada 22 November 2024. Daryono menegaskan, informasi itu salah.

”Nggih bohong niku (ya, itu bohong, Red),’’ tegas dia kemarin (12/11). Tampilan informasi itu memperlihatkan titik merah yang menandakan titik gempa bumi.

Posisinya berada di utara laut Jawa Timur. Berdasar penelusuran, peta tersebut memperlihatkan tangkapan layar aplikasi BMKG yang menunjukkan peta gempa di timur laut Tuban Jawa Timur, Jumat, 22 Maret 2024.

Menurut data BMKG, beberapa wilayah dalam skala MMI yang merasakan gempa berkekuatan 6 SR tersebut ialah II-III Surabaya, II-III Sidoarjo, II-III Madiun, II-III Pasuruan, II-III Malang, II-III Semarang, dan II-III Jogjakarta.

Gambar dari BMKG tersebut juga diunggah portal berita Antara Jatim pada 22 Maret 2024. Gambar itu melengkapi berita dengan judul Warga Surabaya dan Sekitarnya Merasakan Dampak Gempa di Timur Laut Tuban.

Ciri identik bisa dilihat dari titik merah yang biasa dianggap sebagai episentrum gempa. Juga pada tulisan ”Peta Guncangan” di kiri atas dan ”bagikan” di kanan atas. Laman lengkap dapat dilihat di https://s.id/IfMB5

Yang membedakan dari gambar yang diolah itu adalah tulisan GMKG 8.6 SR. Singkatan tersebut cukup janggal. Sebab, lembaga yang menganalisis gempa adalah BMKG. (zam/c6/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore