
Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan BRI dan warga Kelurahan Kebonsari membangun ekonomi kreatif melalui Rumah Maggot dan Eco-Enzym. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Pagi ini, Senin (18/3) pukul 09.00 suasana di Lapangan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya dipenuhi dengan keceriaan dan haru. Ini bukanlah hanya sebuah peresmian biasa, tetapi momen bersejarah yang menandai langkah besar dalam membangun ekonomi kreatif dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Rumah Maggot dan Eco-Enzym, proyek kolaborasi antara Pemerintah Kota Surabaya, Bank BRI, dan warga Kebonsari, resmi diresmikan.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank BRI karena telah turut serta dalam pembangunan ini. Beliau mengakui peran penting Bank BRI, khususnya BRI Jemursari, yang hadir dan mendukung pembangunan rumah Maggot dan Eco-Enzym.
"Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit," ujar Eri Cahyadi. "Ini betul-betul menggerakkan ekonomi Kota Surabaya."
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi berikan apresiasi kepada BRI dan warga Kebonsari yang mempunyai inovasi membangun Kota Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Rumah Maggot dan Eco-Enzym, sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah organik, menjadi fokus utama dalam proyek ini. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa permintaan akan Maggot mencapai 5 ton per hari, namun saat ini baru dapat memenuhi sebagian kecil dari jumlah tersebut. Namun, harapannya adalah dengan adanya Rumah Maggot ini, produksi Maggot akan meningkat sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi.
“Kita diberikan permintaan itu 5 ton per hari, tapi hari ini kita hanya bisa menyediakan berapa kilo saja, karena itu kita berharap dengan maggot ini kita bisa (memenuhi secara perlahan) dalam tempat yang ada ini kita akan kembangkan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan 5 ton sehari (ke depannya),” ujarnya.
Selain sebagai sumber protein, Maggot juga memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Eco-Enzym, produk turunan dari pengelolaan sampah organik, juga menjadi perhatian utama. Eco-Enzym memiliki beragam manfaat, mulai dari membersihkan udara hingga penjernihan air. Dalam komentarnya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemanfaatan Maggot dan Eco-Enzym dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Surabaya.
“Karena dengan pemanfaatan maggot ini dan pemanfaatan eco-enzym ini maka bisa mengurangi jumlah sampai ini tidak hanya kita anti sampah, anti sampah itu jangan sampai ada sampah di rumah, tapi sampah ini adalah sahabat kita, karena sampai ini bisa menghasilkan uang, ini yang kita kembangkan dan dari Kebonsari inilah maka akan menjadi pionir untuk kita kembangkan ke seluruh wilayah Surabaya,” pungkasnya.
Branch Manager BRI Jemursari, Fenny Amalo memberikan dukungan penuh untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya dalam bentuk program TJSL BRI.
Fenny Amalo, Branch Manager BRI Jemursari, menyampaikan kebanggaannya atas kesuksesan proyek ini. Ia menyatakan bahwa proyek ini merupakan stimulan dari Bank BRI melalui program pendanaan TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) BRI untuk masyarakat Kelurahan Kebonsari, dan antusiasme dari Pemerintah Kota Surabaya memperlihatkan potensi besar bagi pengembangan proyek ini.
"Ini luar biasa," katanya, "Kalau di sini berhasil, kita akan melihat pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan manfaat ekonomi yang besar."
Baca Juga: Reaksi Istri Jonatan Christie Soal Kalahkan Anthony Ginting dan Juara All England: Selamat Papa
Penggerak Rumah Maggot dan Eco-Enzym Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Syarif Hidayat menyambut baik bantuan BRI dan Pemerintah Kota Surabaya untuk membangun ekonomi kreatif.
Syarif Hidayat, salah satu penggerak Rumah Maggot dan warga Kebonsari, juga turut memberikan komentarnya. Ia menyampaikan terima kasihnya kepada Bank BRI atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kebonsari. Menurutnya, kehadiran Rumah Maggot dan Eco-Enzym sangat bermanfaat bagi warga Kebonsari.
“Terima kasih sekali buat BRI, ini sangat luar biasa sekali sudah membantu masyarakat Kebonsari. Ini setelah dibuatkan rumah maggot dan eco-enzym sangat bermanfaat untuk warga Kebonsari,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
