Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Maret 2024 | 13.11 WIB

Strategi Khusus Diterapkan Pemkot untuk Atasi Banjir yang Kerap Melanda Kawasan Surabaya Utara

Genangan air di kawasan Kalianak, Surabaya, belum bisa teratasi. - Image

Genangan air di kawasan Kalianak, Surabaya, belum bisa teratasi.

JawaPos.com - Pemkot Surabaya terus melakukan sejumlah langkah untuk menanggulangi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah. Misalnya di Surabaya utara yang menjadi kawasan langganan banjir. Pemkot melakukan beberapa langkah strategi untuk bisa mengatasi permasalahan banjir tersebut.

Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mendata kondisi banjir di tiap kawasan. Data itu pun menunjukkan sejumlah kondisi saluran. Ada sistem drainase yang perlu perbaikan dan normalisasi.

"Tidak memenuhi kebutuhan penanganan banjir. Wilayah utara itu ada Kalianak, Krembangan, Dupak, Tambak Dalam, dan Tambak Mayor yang masih kadang tergenang,” ujar Windo dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Pihaknya menyampaikan, penanganan kawasan itu butuh langkah tepat. Salah satunya berkoordinasi dengan berbagai pihak lantaran sistem drainase terhubung. Misalnya, Sungai Brantas yang wewenangnya milik BBWA Brantas.

"Kalau Jalan Kalianak-Oso Wilangun kewenangan BPJN Jawa-Bali," beber Windo.

Data menunjukkan, wilayah Kalianak mencapai 50 sentimeter saat curah hujan tinggi. DSDABM menandai kawasan itu termasuk kerap menjadi langganan banjir. Kondisinya terjadi penyempitan sungai di Kalianak.

"Awalnya lebar 30 meter, sekarang banyak yang hanya 2 sampai 4 meter. Banyak pembangunan di atas sungai. Pembangunan liar," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya Syamsul Hariadi menuturkan, pemkot terus berupaya menyiapkan upaya penanggulangan banjir. Pihaknya tengah menyosialisasikan ke para pengembang untuk membuat sumur resapan. Sehingga, mereka dapat menghitung bangkitan debit air.

"Ini yang kemudian dikonversikan ke dalam penampungan yang bisa menjadi mini bozem atau long storage untuk menahan genangan saat hujan deras," beber Syamsul.

Syamsul menegaskan, Pemkot bertanggung jawab atas kondisi saluran. Misalnya, saluran primer dan sekunder untuk melakukan perbaikan, pengerukan, normalisasi, dan konversi saluran. Sedangkan, saluran tersier dan saluran pemukiman adalah tanggung jawab warga.

"Kalau warga mau menjaga masing-masing saluran di depan persilnya, akan lebih mudah. Kalau ada genangan atau banjir, Pemkot yang akan tangani," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore