
Photo
JawaPos.com- Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) kemarin (6/3) resmi dibuka untuk pelayanan masyarakat. RS berstatus tipe B tersebut akan berfokus pada pelayanan kegawatdaruratan dengan didukung dokter spesialis emergency medicine.
Komisaris PT Keluwih Medika Prof Joniarto Parung mengatakan, selain untuk pelayanan kesehatan masyarakan, ke depan RS Ubaya juga untuk mendukung Tri Dharma Pendidikan. Mulai akademik, penelitian, dan bagian dari pengabdian masyarakat. “Harapannya, dua tahun setelah RS Ubaya beroperasi dapat menjadi RS pendidikan untuk dapat mendukung Fakultas Kedokteran Ubaya,” katanya seusai soft launching.
Direktur RS Ubaya dr Agnes Widayu Estiningsih MMRS mengatakan, setelah soft opening, seluruh dokter, perawat dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya sudah siap memberikan pelayanan kepada pasien. Prioritas pelayanan adalah kegawatdaruratan.
Instalasi gawat darurat (IGD) yang dimiliki RS Ubaya akan didukung dengan kompetensi dokter-dokter yang telah terlatih. Dengan demikian, dapat memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat Surabaya. “Artinya, setiap pasien masuk ke IGD kami, bisa mendapat pelayanan dengan baik dan cepat,” ujarnya.
Agnes menuturkan, pelayanan gawat darurat RS Ubaya juga didukung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, RS Ubaya memiliki pusat pelayanan kecelakaan kerja. Di dalam IGD tersebut juga didukung dengan dokter spesialis emergency medicine dan dokter-dokter serta perawat IGD lainnya. “Kami juga ada Blue Team untuk kecepatan penanganan kegawatdaruratan. Itu terus dilatih di IGD untuk penanganan pasien,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, IGD RS Ubaya juga dilengkapi dengan kamar operasi untuk penanganan darurat ketika dibutuhkan tindakan operasi. Fasilitas pun lengkap. Total RS Ubaya memiliki delapan kamar operasi lengkap dengan alat C-Arm, yang dapat melihat obyek dari pasien secara real time dengan layar monitor saat melakukan tindakan.
“Ada penanganan kamar operasi khusus di IGD. Jadi, setiap pasien IGD yang membutuhkan oeprasi segera akan dilayani di kamar operasi IGD,” ujarnya.
Agnes menambahkan, ada juga kamar neonatal intensive care unit (NICU) untuk bayi yang bermasalah, pediatric intensive care unit (PICU) untuk anak-anak dan intensive care unit (ICU) untuk orang dewasa. “Itu menjadi prioritas layanan kami sebagai RS umum menuju RS pendidikan,” ujarnya.
Dia berharap, dalam 1-2 tahun ke depan RS Ubaya dapat fokus pada pelayanan pasien. Khususnya, pasien BPJS Kesehatan. Karena itu, dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan BPJS agar bisa melayani seluruh pasien di Surabaya. “Kami juga akan penanandatanganan kerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan pada 8 Maret,” imbuhnya.
RS Ubaya memiliki fasilitas 319 bed. Namun, saat ini ada 200 bed yang digunakan sesuai standar RS tipe B. Total dokter spesialis yang dimiliki ada 70 dokter. Lalu, ada 40 poliklinik. Namun, yang masih beroperasi 16 poliklinik. “Ke depan akan ada tambahan dokter spesialis dan subspesialis untuk memperkuat pelayanan RS Ubaya,” katanya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
