Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Maret 2024 | 15.54 WIB

Fakta-Fakta di Balik Ledakan di Mako Brimob Jalan Gresik Surabaya

SIAP SIAGA: Petugas bersiaga tak jauh dari lokasi ledakan di Markas Brimob, Surabaya usai terjadi ledakan, Senin (4/3). - Image

SIAP SIAGA: Petugas bersiaga tak jauh dari lokasi ledakan di Markas Brimob, Surabaya usai terjadi ledakan, Senin (4/3).

JawaPos.com – Masyarakat Kota Surabaya, dikejutkan dengan bunyi ledakan yang terjadi di kantor Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Jalan Gresik, Kelurahan Morokrembangan, Krembangan Surabaya, Senin (4/3) pukul 10.19.

Dikutip dari Jawa Pos Radar Surabaya, ledakan membuat warga di sekitar lokasi kejadian terkejut. Begitu juga dengan pengguna lalu lintas di Jalan Gresik Surabaya.

Berikut fakta-fakta yang wajib diketahui terkait ledakan di Mako Brimob Surabaya:

1. Ledakan berasal dari bahan peledak sisa yang akan diledakkan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, ledakan berasal dari bahan peledak temuan sisa-sisa yang akan diledakkan atau didisposal.

Sisa bahan-bahan peledak itu ditemukan beberapa waktu lalu dari permukiman warga.

Menurut Imam, kebetulan di Jibom Gegana Polda Jatim belum memiliki gudang yang standar.

"Jadi sisa-sisa bahan peledak itu disimpan di sebelah kantornya Den Gegana,” ungkap Imam di sela TKP, Senin (4/3).

2. Ledakan masuk kategori low explosive

Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo menjelaskan, reaksi kimia antara florad dan sulfur diduga sebagai pemicu ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak tersebut.

Ledakan low explosive ini diduga berasal dari reaksi kimia dari beberapa bahan kimia yang tersimpan dalam bagian belakang gudang.

Dia mengungkapkan dugaan sementara penyebab ledakan ini dari reaksi kimia bahan tersebut. Florad dan sulfur tersebut baru dikirim Minggu (3/3). Cuaca hujan saat pengiriman membuat kondisi bahan kimia ini lembap.

Sehingga saat terkena panas membuat terjadi reaksi kimia. "Ini juga diperkuat dari hasil pemeriksaan sementara terjadi oksidatif positif pada bahan kimia tersebut," terangnya.

Dia mengatakan, bahan kimia ini biasa digunakan untuk petasan. Bahan ini termasuk dalam golongan low explosive.

Bahan dengan karakter low explosive ini biasanya sangat sensitif terhadap suhu panas dan gerakan bahkan tekanan.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore