Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Februari 2024 | 20.44 WIB

Kelas Jurnalistik Diikuti 251 Humas Kemenkeu

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ratusan pegawai Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Keuangan antusias mengikuti kelas jurnalistik yang digelar secara hybrid di Gedung Keuangan Negara, Surabaya, Jawa Timur, pada 27—28 Februari 2024. Sejumlah pemateri dari Jawa Pos berbagi wawasan penting terkait perkembangan dan teknik penulisan jurnalistik.

Peserta kelas jurnalistik merupakan humas dari instansi-instansi di bawah naungan Kemenkeu seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dalam kegiatan itu, 77 peserta dan 8 kepala kanwil Jatim mengikuti kegiatan secara offline, sedangkan 166 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti melalui Zoom.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro menyatakan, salah satu kesulitan bagi pegawai humas adalah bagaimana membumikan bahasa. Sebagai pegawai di lembaga yang mengurus pajak, bea cukai, dan kebijakan keuangan lainnya, terkadang penyampaian humas terlalu teknis sehingga sering kali tidak sampai ke masyarakat atau bahkan menghasilkan salah paham.

Kelas jurnalistik diharapkan bakal memberikan ilmu sehingga Kemenkeu bisa menghadapi isu-isu kehumasan dengan lebih baik, ujarnya.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim Sigit Dana Joyo mengungkapkan, 90 persen masyarakat Indonesia mempunyai pendidikan SMA ke bawah. Karena itu, Humas Kemenkeu harus benar-benar mencocokkan pesan mereka agar bisa dimengerti dan diterima sebagian besar masyarakat, tegasnya.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Koran Ibnu Yunianto berpesan agar humas bisa memfilter pesan yang akan disampaikan ke masyarakat. Pasalnya, informasi yang terlalu rumit akhirnya justru bisa mengaburkan isi pesan. Kalau misalnya pesan humas bisa dimengerti siswa SMA. Seharusnya, pesan itu bisa dimengerti secara universal, jelasnya.

Di hari kedua, Pemred JawaPos.com Dhimas Ginanjar memberikan tips penulisan press release. Di antaranya, harus ditulis dengan gaya yang menarik, informatif, dan objektif. Juga memiliki struktur yang jelas, yakni judul, teras, isi, dan penutup. Media massa yang dipilih juga harus relevan dan sesuai dengan target audiens, sebutnya.

Agar press release lebih efektif, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Pilih topik yang relevan dan layak diberitakan, judul harus menarik perhatian jurnalis dan pembaca serta gunakan kata-kata yang singkat, kuat, dan menggugah minat untuk membaca lebih lanjut, sebutnya.

Sementara itu, Redaktur Opini Jawa Pos Juneka S. Mufid memberikan tips terkait penulisan opini. Di antaranya, judul harus memikat, ringkas, dan identik dengan naskah. Lalu, lead atau paragraf awal yang menjadi pintu masuk ke tulisan harus sesuai konten, menarik, dan membuat penasaran atau mengundang tanda tanya.

Data yang ditampilkan juga harus kredibel untuk menguatkan argumen penulis. Tidak harus berupa angka yang detail, tetapi juga serial kejadian agar mudah dipahami. Dalam menulis opini, gagasan harus jelas, logis, dan tidak menggurui. Pasalnya, gagasan mengisi porsi paling besar dalam tulisan yang berisi perspektif baru. Untuk kata penutup opini, gunakan kalimat yang meninggalkan kesan mendalam dan membekas, pungkasnya. (als/bil/c12/wir)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore