Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 14.27 WIB

Ratusan Orang Terima Sertifikat PTSL di Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Pertanahan II Kota Surabaya Hendy Pranabowo menyerahkan sertifikat tanah program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Kegiatan itu dilaksanakan di Balai RW 05, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Ada sebanyak 250 sertifikat yang diserahkan kepada warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Wali Kota Eri memastikan, Pemkot Surabaya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) II Kota Surabaya terus bersinergi dalam tim PTSL untuk menyelesaikan sertifikat tanah di Kota Surabaya. Mereka juga berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tanah di Kota Surabaya.

”Kita harus selesaikan semuanya biar tidak ada mafia tanah di Kota Surabaya. Biar yang memiliki yang berhak atas tanahnya, sehingga itu akan menjadi kunci keberhasilan kita semua. Hadirnya pemkot dan BPN sama, selama itu untuk kepentingan masyarakat, kita los dol,” kata Wali Kota Eri.

Dia meminta seluruh camat dan lurah turun ke wilayah masing-masing dan menyampaikan kepada warga untuk ikut program PTSL. Khususnya bagi warga yang memiliki persil dan belum memiliki sertifikat. Diharapkan dapat diketahui sebenarnya masih ada berapa persil di Surabaya yang belum memiliki sertifikat.

”Saya ingin merekap sebenarnya, lalu nanti saya akan lihat yang masuk ke BPN 1 berapa dan BPN 2 berapa kekurangannya. Kalau jumlahnya lebih besar dari perencanaan, beliau (Plt Kantor Pertanahan II Kota Surabaya) akan menyampaikan kepada biro perencanaan di Kementerian, saya juga akan menyampaikan kepada Pak Menteri,” papar Eri.

Dia berharap semua warga yang memiliki persil bisa memiliki sertifikat. Apapun akan dilakukan untuk kepentingan masyarakat, karena sertifikat itu adalah bukti kepemilikan.

”Tadi ada yang 14 tahun dan bahkan ada yang 25 tahun belum memegang sertifikat, jadi insya Allah akan kita selesaikan semuanya,” tegas Eri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Pertanahan II Kota Surabaya Hendy Pranabowo mengatakan, sertifikat tanah yang diserahkan pada kesempatan itu sebanyak 250 sertifikat. Hal itu tindak lanjut dari penyerahan sebelumnya karena program PTSL kali ini masih masuk dalam realisasi tahun lalu.

”Yang masuk dalam anggaran 2023 sebanyak 1.500 sertifikat, 1.000 sertifikat untuk Tanah Kali Kedinding dan 500 sertifikat untuk Bulak. Kemudian pada 2024, kita rencanakan 343 tanah yang harus disertifikatkan,” kata Hendy Pranabowo.

Dia menjelaskan, sertifikat itu bukan hanya sekadar selembar kertas, tapi ada nilainya. Salah satunya, warga mempunyai hak atas tanah dan rumah itu. Warga mendapatkan kepastian hukum dan dijamin hukum atas tanah dan rumah yang dimilikinya.

”Yang paling penting juga, dengan sertifikat ini warga mendapatkan rasa aman, karena sekarang ini banyak yang mencaplok tanah dan bahkan saat ini pemerintah kita lagi gencar-gencarnya memberantas mafia tanah,” tegas Hendy Pranabowo.

Hendy meminta warga yang telah menerima sertifikat untuk menjaga jangan sampai hilang. ”Mohon dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Tolong dijaga juga batas-batasnya atau patok batasnya, supaya tidak ada sengketa dengan tetangga sebelah. Sekali lagi tolong dijaga dengan sebaik-baiknya,” ucap Hendy Pranabowo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore