
Ilustrasi kanker ovarium (ANTARA/Shutterstock/mi_viri)
JawaPos.com- Dalam dua tahun terakhir, jumlah pasien kanker yang ditangani sejumlah rumah sakit di Surabaya terus meningkat. Sebagian besar pasien terkena kanker payudara dan serviks.
Di RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya, misalnya, Pada 2021, menangani 492 pasien kanker. Berselang setahun, jumlahnya meningkat menjadi sebanyak 642 pasien. Karena itu, warga mesti melakukan antisipasi-antisipasi.
Dokter kandungan konsultasi onkologi RSUD dr Mohamad Soewandhie dr I Putu Agus Suarta SpOG Subsp Onk mengatakan, peningkatan jumlah pasien itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini semakin tinggi. ”Itu membuat jumlah kasus yang berhasil dideteksi meningkat,” ucapnya.
Menurut Agus, deteksi dini penyakit kanker itu dibutuhkan pasien. Dari hasil pemeriksaan itu, pasien bisa mengetahui kondisi penyakitnya. ”Mereka bisa segera mengambil tindakan pengobatan. Sehingga rasio kesembuhan pun semakin besar,” paparnya.
Pasien kanker di rumah sakit didominasi perempuan. Mereka datang dalam kondisi stadium lanjut. ”Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk secepatnya melakukan deteksi dini,” ujar Agus.
Untuk meningkatkan layanan bagi pasien kanker, RSUD dr Mohamad Soewandhie membuka fasilitas baru. Yaitu, Soewandhie Onkologi Center. Program itu menjadi wadah bagi para penderita kanker untuk memperoleh informasi dan pengobatan.
Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Mohamad Soewandhie dr Billy Daniel Messakh menga-takan, pihaknya menyediakan layanan one stop service penanganan kanker melalui Soewandhie Onkologi Center. ”Untuk mendukung program tersebut, kami menambah dua alat radio terapi. Gunanya menangani pasien kanker dengan stadium lanjut,” ucapnya.
Selain itu, RSUD dr Mohamad Soewandhie menyiapkan satu ruang operasi khusus bagi pasien kanker. Sementara ini, pasien kanker masih ditangani tiga dokter. Nanti ditambah dua dokter. ”Jadi, totalnya lima dokter,” tutur Billy.
Billy berharap inovasi layanan yang dirancang itu dapat mempercepat penanganan kanker, khususnya di Surabaya. Sehingga warga tak perlu jauh-jauh berobat di luar negeri. ”Kami tangani hingga tuntas,” terangnya.
Pemkot Surabaya punya program wisata medis. Lewat program itu, pemkot meng-ajak seluruh rumah sakit di metropolis berlomba mem-berikan pelayanan terbaik bagi pasien. Harapannya, warga tak lagi berobat ke luar negeri. Cukup di Surabaya.
---
KASUS KANKER DI RSUD MOHAMAD SOEWANDHIE

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
