Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2023 | 06.11 WIB

Ada Kandang di Kebun Binatang Surabaya Berumur 103 Tahun

Pengunjung KBS di kandang yang berusia lebih dari satu abad. Dipta Wahyu/Jawa Pos - Image

Pengunjung KBS di kandang yang berusia lebih dari satu abad. Dipta Wahyu/Jawa Pos

JawaPos.com- Tahukah Anda bahwa ada satu kandang di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang umurnya paling tua. Kandang tersebut diperkirakan dibuat sebelum 1920. Saat ini kandang itu berusia 103 tahun. Pemkot Surabaya pun menjadikannya sebagai bangunan cagar budaya.

Lokasinya tak jauh dari tempat jerapah. Struktur bangunan dan besinya dibuat berbeda. Teralis besinya lebih tebal. Begitu juga dindingnya. Pagar besi 0,5 meter menjadi batas pengunjung. Di dalamnya terdapat prasasti cagar budaya. ’’Itu bangunan terlama,’’ kata Humas KBS Agus Supangkat kemarin (3/1).

Tidak ada data pasti kapan kandang itu dibuat. Namun, sejak perpindahan KBS dari Jalan Groedo ke Jalan Setail, kandang tersebut sudah ada. Sejak berdiri 1916, KBS sudah pindah tiga lokasi. Yakni, Jalan Kaliondo, Groedo, dan Setail, lokasi sekarang. ’’Resmi pindah di Setail pada 1920,’’ terangnya.

Pada tahun ’70-an, kandang itu ditempati makua. Kemudian dihuni kera jepang. ’’Sejak beberapa tahun dikosongkan, rencana mau dibuat museum,’’ ucap Agus. Kandang tersebut menjadi kandang terlama di KBS. Desain dan bentuknya dibiarkan utuh seperti dulu. Sementara itu, kandang lainnya sudah direstorasi.

Pabrik Kecap Tua di Surabaya

Para pedagang kuliner seperti sate, ayam bakar, lontong balap, hingga bakso tidak bisa dipisahkan dengan kecap. Di Simokerto, terdapat pabrik kecap tertua di Surabaya dengan nama beken Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen.

Pabrik tersebut memulai produksi kecap pada 1937 dan masih bertahan hingga sekarang. Sejak awal berdiri, pabrik itu bertempat di Jalan Sidonipah Gang II No 3-5, Kelurahan Simolawang. Generasi pertama yang mendirikan usaha kecap tersebut adalah Hwan King Hien. Lalu, dilanjutkan generasi ketiga keluarga Wahju Handoko P.

HRD Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen Suliyani mengatakan, sejak awal berdiri, para karyawan yang dipekerjakan berasal dari warga sekitar. Asas yang dibangun perusahaan tersebut merupakan asas kekeluargaan. ’’Seperti saya ini merupakan generasi kedua. Sebelumnya, ibu saya sejak awal berdiri pabrik telah bekerja di sini,’’ jelas Suliyani kemarin(3/1).

Awal berdiri, pabrik hanya mempekerjakan sekitar 20 orang. Setelah berkembang hingga sekarang, jumlah pekerja menjadi 45 orang. Mayoritas pekerja memiliki keterikatan saudara atau keluarga. Dengan begitu, saat melakukan pekerjaan, kedekatan emosional sangat terasa. ’’Hal itu sangat memudahkan pekerjaan,’’ tambahnya.

Hingga saat ini, permintaan Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen sangat banyak dari kota di Jawa Timur hingga luar pulau. Di antaranya, Nusa Tenggara hingga Papua. Mayoritas pembeli merupakan pelanggan tetap kecap tersebut. Rata-rata mereka merupakan pengusaha kuliner yang sudah lama cocok menggunakan kecap itu.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore