Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Agustus 2022 | 21.16 WIB

Pemkot Surabaya Optimalkan Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Telur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau harga kebutuhan pokok di salah satu pasar di Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau harga kebutuhan pokok di salah satu pasar di Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan operasi pasar guna menstabilkan harga telur di pasaran. Saat ini harga telur mengalami kenaikan dari semula Rp 26 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional. Pemkot Surabaya akan segera melakukan operasi pasar sebab terjadi kenaikan harga telor di sejumlah daerah di Indonesia.

”Kami terus melakukan monitoring terkait ketersediaan kebutuhan bahan pokok untuk mencegah kelangkaan maupun lonjakan harga di Kota Surabaya,” kata Eri seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Kamis (25/8).

Dia menjelaskan, operasi pasar tersebut digelar untuk mencari penyebab lonjakan harga telur maupun bahan pokok yang lainnya.

”Sepertinya ini (kenaikan) tertinggi, tetapi saya sudah meminta Kepala Dinkopdag (Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan) melakukan pengecekan. Sehingga kami menggelar operasi pasar seperti biasanya,” ujar Eri.

”Agar tidak ada harga naik atau ketinggian. Kami cari penyebab dan indikasinya, kenapa kok tiba-tiba naik secara mendadak begini,” tambah dia.

Menurut dia, Dinkopdag Surabaya tengah menyiapkan operasi pasar di setiap kelurahan. ”Insya Allah kami lihat hari ini (25/8), karena masalah apa? Sehingga kami akan segera adakan operasi pasar,” terang Eri.

Sebab, lanjut Eri, pengecekan harga tersebut juga dilakukan melalui operasi pasar. Hal itu juga bisa mengantisipasi lonjakan bahan pokok di Kota Surabaya.

”Ini yang harus kami antisipasi dulu. Maka saya minta cek, sehingga kalau yang lainnya belum sempat naik, kami sudah lakukan operasi pasar,” papar Eri.

Lebih lanjut, kata Eri, mengenai teknis pelaksanaan operasi pasar, digelar bergantian di kelurahan, untuk mencegah adanya pemborongan bahan pokok oleh warga setempat. ”Sehingga bisa tepat sasaran, agar tidak diborong karena kalau telur naik, yang lainnya ikut naik,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore