Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Agustus 2022 | 23.48 WIB

Menilik Aktivitas ATC Juanda: Tiap Dua Jam, Istirahat Satu Jam

PANTAU: Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R Diyan Subismo bersama sejumlah petugas memantau jalur penerbangan domestik dan internasional dari tower ATC (air traffic control) di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo Senin (1/8). - Image

PANTAU: Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R Diyan Subismo bersama sejumlah petugas memantau jalur penerbangan domestik dan internasional dari tower ATC (air traffic control) di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo Senin (1/8).

JawaPos.com – Lancarnya perjalanan pesawat terbang tidak hanya bersandar kompetensi dan pengalaman pilot. Tapi, juga bergantung tersambungnya komunikasi dengan tim air traffic controller (ATC). Merekalah yang menunjukkan rute perjalanan udara serta mengarahkan saat landing dan take off.

Peran petugas ATC sangat penting pada setiap penerbangan pesawat. Saat mengudara, pilot bertanggung jawab hanya pada satu pesawat yang diterbangkan. Tapi, bagi seorang petugas ATC, saat jam sibuk, bisa lebih dari 10 pesawat yang berada di bawah kendalinya. Mereka harus memastikan pesawat-pesawat tersebut tidak saling bertabrakan.

Tugas mereka memang hanya di balik layar yang tak tampak orang. Keberadaannya pun tidak diketahui penumpang. Namun, fungsi mereka sangat vital. Pesawat bisa mendarat dengan mulus, lepas landas, dan terbang di udara tanpa halangan juga berkat petugas ATC. Termasuk jika ada kejadian penting yang sifatnya mendesak.

Petugas ATC berada di tower bandara atau aerodrome control tower. Ada juga yang bertugas di ruangan radar (approach control unit). Mereka memandu pesawat dengan ketinggian maksimal 24.500 kaki. Yang lebih tinggi, di atas ketinggian 25.000 kaki, dikendalikan petugas di area control centre yang dibagi menjadi dua flight information region (FIR). Yakni, FIR Jakarta dan Makassar.

Jam kerja mereka dibatasi dan tidak boleh melebihi ketentuan regulasi duty hours yang ditetapkan. Hanya enam jam sehari. Tiap dua jam wajib istirahat satu jam. Sebab, risiko pekerjaan sangat tinggi. Salah perhitungan bisa berakibat fatal. Selain wajib sehat dalam bertugas, pemandu harus jujur tentang kondisi psikologisnya.

Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R. Diyan Subismo mengatakan, setiap pergantian sif, ada pemeriksaan kesehatan dan pengarahan tentang kondisi terkini dan urgensi yang akan dihadapi saat tugas. Pemeriksaan tensi dan lainnya wajib dilakukan. Petugas ATC juga wajib terbuka tentang kondisi mentalnya kepada penanggung jawab tugas.

’’Untuk kesehatan fisik, bisa dilakukan pemeriksaan. Tapi, soal mental dan kondisi psikologis seseorang, siapa yang tahu,’’ kata pejabat yang akrab disapa Bismo tersebut saat ditemui di Bandara Juanda Senin (1/8).

Karena itu, mereka diminta untuk jujur jika terjadi sesuatu. Jangan sampai saat bertugas, mereka tidak konsentrasi atau terbebani mentalnya.

Bismo mencontohkan saat ada petugas ATC yang datang dengan terburu-buru. Dia terlambat hadir karena sesuatu hal dan masih dalam kondisi belum tenang. Maka, petugas itu harus beristirahat dulu hingga kondisinya normal.

Saat pergantian sif, juga sering ditemui petugas yang kondisi kesehatannya kurang baik. Bismo dan manajer operasi lain akan mencari opsi pengganti jika petugas cadangan atau yang stand by tidak tersedia dengan tetap memastikan kondisi petugas benar-benar sehat.

’’Setiap enam bulan kami juga rutin mengikuti performance check ATC dan wajib lulus ujian teori maupun praktik. Juga, wajib lulus uji kesehatan dan English proficiency,’’ jelas pria asal Madiun itu.

Jadwal petugas pun dirancang jauh hari. Sehari sebelum bertugas, para petugas dipastikan kondisinya sudah siap. Hal itu dilakukan bukan tanpa tujuan. Sebab, jika terjadi kecelakaan atau insiden penerbangan, investigasi pertama yang dilakukan adalah mengecek sirkulasi petugas.

Libur, pengaturan jam kerja, check performance, dan keabsahan lisensi bertugas bakal dilihat. Setelah itu, baru membuka rekaman percakapan petugas dengan pilot dan bukti lainnya yang mendukung. Semua kegiatan ATC direkam dari equipment room.

Bismo menuturkan, setelah sif malam, pekerja libur minimal dua hari. Tujuannya, menyegarkan fisik agar saat bekerja lagi, kondisinya lebih fit. Ruangan istirahat yang nyaman juga disediakan bagi petugas ATC saat bekerja. Termasuk ranjang untuk tidur. Dengan begitu, petugas bisa nyaman ketika mengambil jam istirahat sejenak.

TENTANG AIRNAV CABANG SURABAYA

- Wilayah tanggung jawab luas. Termasuk wilayah udara di atas Semarang, Solo, Bawean, hingga Banyuwangi. Juga, wilayah Sumenep, perbatasan dengan Pangkalan Bun, Banjarmasin, dan perbatasan dengan Bali.

- Tinggi aerodrome control tower 63 meter.

- Memandu pesawat dengan ketinggian maksimal 24.500 kaki.

- Memiliki 86 pegawai.

- Setiap 2 jam kerja, wajib istirahat 1 jam.

- Satu jam di bandara, ada 29 pesawat landing dan take off.

- Mengawasi semua penerbangan, termasuk militer.

Sumber: AirNav Cabang Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore