
Marselina Adeline, mahasiswi Fakultas Industri Kreatif Ubaya, bersama tim dan para pemenang.
JawaPos.com–Marselina Adeline, mahasiswi Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), meraih kemenangan prestisius dalam kompetisi Products for a Better Earth. Kompetisi diselenggarakan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan Ubaya.
Menurut Adeline, bersama timnya memperkenalkan tantangan baru bagi mereka. Khususnya dalam menghadapi kompleksitas mengolah komposisi kain daur ulang yang lebih menantang dibandingkan dengan kain konvensional.
Meskipun beberapa kendala muncul selama proses produksi, hal itu justru membuat mereka tidak hanya diuji secara kreatif, melainkan juga memberikan wawasan yang mendalam tentang kebutuhan pasar.
”Bersaing dengan beberapa kelompok dan menciptakan produk dari kain daur ulang menjadi tas dan sepatu dengan nilai lebih, membuat kami merasa memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian bumi, tempat tinggal kita. Hal ini memberikan rasa kebermanfaatan kami terhadap lingkungan,” ujar Adeline.
Andri Theja, Head of ESG PT SPIL mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi yang ditunjukkan peserta. Hasil kreativitas yang ditunjukkan benar-benar menginspirasi.
”Transformasi seragam bekas menjadi produk bernilai bukan hanya mengurangi jejak ekologis tetapi juga mendorong keberlanjutan,” jelas Andri Theja.
Kompetisi berlangsung selama 2 bulan dengan penilaian tahap demi tahap. Mencakup sketsa, presentasi, dan produk akhir. Pengumuman diumumkan pada 18 Januari.
Melibatkan mahasiswa/i Fakultas Industri Kreatif Ubaya, kompetisi bertujuan mendorong kreativitas berkelanjutan. Peserta diharapkan tidak hanya menciptakan produk inovatif dari kain daur ulang tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan lingkungan.
Andri mengungkapkan, SPIL sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Eco Touch dalam mendaur ulang seragam yang tidak terpakai, menjadikannya bahan utama tantangan dalam kompetisi. Selain itu, beberapa mitra turut bergabung dalam kegiatan berkelanjutan tersebut.
Andri berharap kompetisi semacam itu akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan.
”Kompetisi ini bukan hanya panggung bagi kreativitas, tetapi juga peluang untuk menerapkan pengetahuan dalam dunia nyata. Setiap langkah kecil dalam program ini akan menjadi pencapaian besar yang berdampak positif dan memberikan makna bagi lingkungan di masa depan,” tutur Andri Theja.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
