Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Februari 2022 | 00.20 WIB

Limbah Jadi Bermanfaat, KIR Smamda Raih 3 Penghargaan Internasional

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pada masa pandemi ini, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo ingin berpartisipasi menciptakan produk yang mendukung protokol kesehatan (prokes). Semua berasal dari limbah.

Mereka berhasil meraih tiga penghargaan internasional dari tiga produk yang telah dibuat. Produk pertama yang mereka buat adalah hand sanitizer dari ekstrak ampas tebu dan kemiri afkir. Produk tersebut diikutkan dalam kompetisi World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) yang berlangsung sejak Maret sampai Juni 2021.

”Di kompetisi itu, kami dapat dua medali sekaligus. Selain emas itu, kami dapat special award dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA),” jelas pembina KIR Smamda Sidoarjo, Ernawati Kristiningrum.

Produk itu dibuat lima siswanya. Yakni, Jihan Faradina, Kanayya Huwaidah Fayyadiyah, Raysha Nazwa Putri Sugiarto, Septamara Aurora Putri Perta, dan Vina Rachma Yunita. Prosesnya memakan waktu tiga bulan. Mulai meneliti kandungan bahan baku hingga memproduksi produknya.

Mengapa ampas tebu? Erna menjelaskan, komposisi hand sanitizer berasal dari tiga bahan. Yaitu, alkohol, disinfektan, dan gliserin. Nah, alkohol banyak didapat dari ampas tebu. ”Kadar gula dari ampas tebu diekstrak menjadi alkohol. Bahan gliserinnya didapat dari ekstrak kemiri afkir. Untuk bahan disinfektannya, kami pakai bahan kimiawi agar tetap ampuh membunuh kuman,” paparnya.

Selain karena kandungannya, lokasi Smamda tidak jauh dari Pabrik Gula Candi. Jadi, bahan baku mudah didapat. ”Di depan sekolah banyak yang jual es tebu. Ampasnya tidak dipakai sehingga kami manfaatkan,” kata Jihan.

Tiga bahan itu mereka lengkapi dengan ekstrak kulit durian untuk aromanya. Hasilnya, hand sanitizer itu seharum durian. Lagi-lagi, di dekat sekolah mereka, tepatnya di Jalan KH Mukmin, berjejer banyak penjual durian. Kulitnya juga tidak dimanfaatkan. ”Aroma durian ini kami pilih karena durian rajanya buah,” jelasnya.

Produk kedua adalah disinfektan uap karya tim Frida Sayyidatina, Astrid Wardhani, Sahirah Shafa, Gita Prima, dan Syahwaliza. Produk itu terbuat dari limbah kulit nanas yang diekstrak menjadi alkohol. Lalu, dicampur bunga kenanga dan teh sebagai aromanya. Disinfektan tersebut tidak dimasukkan ke botol penyemprot. Namun, disinfektan dimasukkan ke diffuser aromaterapi.

”Jadi, tinggal ditaruh di ruangan. Nanti uapnya menyebar menjadi aromaterapi sekaligus membunuh bakteri,” jelas Frida. Produk itu pun berhasil meraih medali perak pada Global Competition for Life Sciences (Glocolis) yang diadakan sejak Juli hingga November 2021.

Produk lain karya Frida dan timnya adalah sabun cuci tangan sekali pakai. Bahannya berasal dari kemiri afkir yang diekstrak. Biji kemiri mengandung minyak nabati yang tinggi, yaitu sekitar 57 persen hingga 69 persen. Bahan itu bagus untuk pembuatan sabun. Sabun tersebut sengaja dibuat dalam bentuk lembaran sehingga sekali pakai langsung habis. Bersih dan busanya banyak.

Produk dan penelitian itu berhasil meraih medali perak pada Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) pada November hingga Desember 2021.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore