Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Februari 2022 | 17.51 WIB

Harga Cabai di Pasar Surabaya Berubah-ubah dalam Hitungan Jam

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Harga cabai rawit belum stabil. Kadang turun, ada kalanya meroket. Harganya pun bisa berubah dalam hitungan jam. Kondisi itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya soal ketersediaan cabai rawit di pasaran.

Di Pasar Keputran, misalnya. Kemarin siang, para pembeli cabai rawit semringah. Maklum, sejak Minggu harga cabai rawit terus turun. Awalnya, sebesar Rp 50 ribu per kilogram, kini turun jadi Rp 35 ribu. ’’Ya alhamdulillah, semoga bisa turun lagi,’’ kata Rukaiyah, salah seorang pembeli.

Topo, salah seorang pedagang cabai di Pasar Keputran, mengatakan bahwa Sabtu (12/2) harga cabai masih Rp 50 ribu per kilogram. Sehari turun Rp 5 ribu. Namun, kadang juga bisa naik sewaktu-waktu. ’’Siang turun, malam naik. Begitu pun sebaliknya. Bergantung, harganya sulit ditebak,’’ ucapnya sembari melayani pembeli.

Menurut Topo, turunnya harga cabai itu disebabkan beberapa faktor. Misalnya, hasil panen dari petani meningkat. Selain itu, distribusi juga berjalan lancar. Dengan demikian, pasokannya di pasaran banyak dan terjamin.

Suningsih, salah seorang pedagang cabai Pasar Keputran, mengatakan, sekarang harga cabai memang menurun. ”Tapi, tidak tahu nanti malam. Jika distribusi cabai rawit dari petani terhambat, bisa langsung naik. Beda jam saja, bisa berubah harganya,’’ terang Suningsih yang sudah berjualan selama 30 tahun.

Dia menuturkan, cabai rawit didatangkan dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Lamongan, hingga Blitar. Harganya pun mengikuti kualitas. Cabai cangkring asal Lamongan bisa Rp 40 ribu per kilogram. Yang biasa Rp 33 ribu–35 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Distribusi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopum) Surabaya Devie Afrianto menuturkan, harga cabai belum stabil akibat cuaca. Curah hujan tinggi kadang membuat hasil panen menurun. Imbasnya, harga cabai naik karena pasokannya sedikit.

Sementara itu, jika harga cabai turun, harga kedelai justru terus naik. Kemarin (17/2) harganya mencapai Rp 10.750. ’’Bulan lalu masih Rp 9,8 ribu, sekarang terus naik,’’ kata produsen tahu Riani.

Terkait hal itu, beberapa langkah dilakukan dinkopum. Yakni, dengan menggandeng dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP). Caranya, mencari distributor di berbagai daerah.

Devie menjelaskan, upaya itu bertujuan untuk mencukupi stok cabai di pasaran. Dengan demikian, tidak ada kekurangan. ”Kalau kedelai ini beda. Harga naik, tapi stoknya di pasar banyak,’’ katanya. 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore