
Photo
JawaPos.com- Jumlah kasus aktif Covid-19 di Surabaya, dalam beberapa hari terakhir terus menurun cukup signifikan. Data terbaru yang diunggah Pemprov Jatim pada Minggu (10/10), kasus aktif di Kota Pahlawan tinggal 44 orang. Jumlah itu menempatkan Surabaya di urutan ke-9 kabupaten/kota se-Jatim.
Bahkan, dibandingkan dengan Sidoarjo, kasus aktif di Surabaya itu lebih rendah. Kasus aktif di Sidoarjo terbaru ada 47 orang atau di posisi ke-6. Sedangkan di Gresik dengan jumlah kasus aktif 34 orang menempati urutan ke-10. Artinya, dalam satu wilayah aglomerasi Surabaya Raya, kini Sidoarjo tercatat paling banyak.
Kasus aktif adalah warga positif Covid-19 saat ini masih dalam perawatan. Baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Angkanya didapatkan dari jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dikurangi angka kesembuhan dan angka yang meninggal dunia.
Sementara itu, di Sidoarjo, jumlah selter isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19 berkurang drastis. Awalnya, selter ada sembilan tempat. Nah, hingga kemarin (10/10) tinggal menyisakan satu selter saja yang beroperasi. Yakni, di gedung lama Puskesmas Sedati. Selter isolasi lainnya sudah tidak lagi difungsikan.
Tempat isolasi di hotel yang biasanya paling banyak terisi pasien, kini sudah tidak aktif. ”Isolasi di Hotel Sinar Delta Mayang sudah tutup sejak awal bulan lalu. Sekarang semua pasien yang isolasi di Sedati,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.
Dengan demikian, dinkes tidak lagi mengeluarkan anggaran sekitar Rp 400 juta per bulan untuk membayar sewa. Sekarang anggaran tersebut dapat dialihkan untuk pembiayaan di tempat isolasi yang masih beroperasi.
Sebelum hotel isolasi itu ditutup, selter isolasi di sekolah sudah tidak beroperasi. Termasuk selter di rusunawa hingga yang berada di tingkat desa. Bahkan, selter isolasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) juga sudah jarang ditempati pasien. Namun, khusus untuk MPP, sampai saat ini sarana dan prasarana isolasinya masih ada.
”Hanya untuk antisipasi jika terjadi lonjakan kasus lagi. Jadi, belum ada rencana pembongkaran sampai saat ini meski tempat sudah kosong,” lanjut Syaf.
Tempat isolasi di MPP mampu menampung 124 pasien. Paling banyak dibanding tempat lain. Adapun di gedung lama Puskesmas Sedati, daya tampungnya 68 orang. Itupun belum pernah terisi penuh. Awal pekan lalu hanya ada delapan orang yang dirawat di selter tersebut. Tapi, kemarin berkurang hanya tinggal seorang saja.
Para pasien di tempat isolasi Sedati tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Sedati. Tapi seluruh warga Sidoarjo yang tinggal di berbagai kecamatan. ”Karena selter isolasi hanya tinggal satu, jadi menampung semua warga di Sidoarjo,” ujar Sekretaris Dinkes Sidoarjo dr Zuhaida. Tim medis yang bertugas pada selter-selter nonaktif, lanjut dia, kini telah kembali ke tempat tugas masing-masing.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
