Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 September 2021 | 00.55 WIB

PDIP Jatim Ambil Alih Konflik Bupati dan Wabup Bojonegoro

KLARIFIKASI: Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irwanto (kiri) berdiskusi dengan Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untarai di Surabaya kemarin. (EDI SUSILO/JAWA POS) - Image

KLARIFIKASI: Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irwanto (kiri) berdiskusi dengan Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untarai di Surabaya kemarin. (EDI SUSILO/JAWA POS)

JawaPos.com – Perseteruan Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto dengan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bisa jadi bakal diselesaikan melalui jalur politik. Namun, belum jelas apakah Budi akan mencabut laporan pencemaran nama baik yang dia tuduhkan kepada Anna.

Budi memenuhi undangan DPD PDIP Jatim kemarin (27/9). Pertemuan diadakan di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Raya Kendangsari Industri, Surabaya. Rapat yang berlangsung tertutup mulai pukul 15.00 WIB itu baru rampung menjelang magrib.

Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari mengatakan, permasalahan kadernya itu akan ditarik seluruhnya oleh partai. Pihaknya punya mekanisme untuk menyelesaikan konflik tersebut. ’’Seluruh urusan Bojonegoro (terkait perseteruan bupati-wakil bupati, Red) akan menjadi urusan DPD PDIP Jatim,’’ jelasnya seusai rapat kemarin. Hasil rapat akan disampaikan ke DPP PDIP.

Untari belum bersedia membuka hasil pertemuan kemarin. Pihaknya akan mengadakan rapat pleno untuk menyelesaikan masalah yang membelit Wawan, sapaan akrab Budi Irawanto. Pendalaman permasalahan akan dibahas DPD PDIP Jatim.

Disinggung soal pencabutan laporan di kepolisian, Untari belum memberikan kepastian. ’’Ya namanya kemungkinan itu bisa saja terjadi, wong namanya kita manusia. Kepastian itu hanya milik Tuhan,’’ jelasnya. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan bupati.

Sementara itu, Wawan yang berada di samping Untari selama konferensi pers hanya diam. Saat pertanyaan wartawan diarahkan kepadanya, Untari langsung memberikan tanggapan. ’’Sudah cukup,’’ ujarnya.

Wawan hanya memberikan jawaban singkat. Dia menyebutkan bahwa seluruh permasalahan saat ini ditangani DPD PDI Jatim. ’’Untuk segala statement di-handle DPD PDIP Jatim. Saya mohon maaf sekali,’’ ucapnya. Untari pun langsung memberikan penjelasan singkat ke media yang hadir. ’’Nanti tanyanya ke kami saja,’’ tegasnya.

Sementara itu, Polres Bojonegoro terus memproses laporan yang diajukan Wawan. Hari ini penyidik akan memeriksa saksi tambahan. Hal itu diungkapkan Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia. ’’Besok ada pemeriksaan (saksi, Red) lagi,” katanya. Namun, Pandia enggan menyebutkan siapa saksi yang dipanggil. Dia hanya menegaskan bahwa penyidik akan bersikap profesional. ’’Yang pasti dalam rangka mendapat informasi sebanyak mungkin,” tuturnya.

Hingga kemarin sudah empat saksi yang diperiksa. Dua di antaranya adalah wakil bupati dan anak sulungnya. Lalu, dua jurnalis yang tergabung dalam grup WhatsApp tempat bupati membuat unggahan yang dipermasalahkan Wawan.

Pandia mengatakan, perkara itu akan diproses sesuai prosedur. Jika memang dibutuhkan, penyidik akan memanggil beberapa saksi lagi. ’’Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya. Disinggung rencana pemeriksaan bupati, dia memilih jawaban diplomatis. Menurut dia, klarifikasi memang perlu dilakukan kepada pihak terkait agar penyidik mendapat gambaran utuh konstruksi masalah. ’’Bertahaplah,” tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore