
Ilustrasi. (Budiono/Jawa Pos)
Kuswara mengabari teman-temannya bahwa dirinya sudah di depan warung token listrik. Teman-temannya ngotot mereka berada di lokasi yang dimaksud dan Kuswara tak ada. Rupanya mereka di lokasi yang sama. Hanya, dimensinya yang berbeda.
---
KETIKA mengikuti kegiatan arung jeram unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampusnya, Kuswara tak pernah menyangka bahwa momen itu akan menghadirkan pengalaman mengerikan dalam hidupnya. Dia tersesat di dimensi lain gara-gara hendak berfoto di pendapa cantik yang kenyataannya adalah sebuah makam tua.
Waktu itu, Kuswara, Odi, Rizka, dan beberapa teman lain kebagian tugas sebagai tim dokumentasi. Mereka berpindah-pindah dari beberapa pos yang ditentukan untuk mencari gambar terbaik. ’’Ayo pindah ke pos 3,’’ kata Kuswara kepada teman-temannya yang sedang beristirahat di pos 2.
Nah, sesampai di pos 3, dia melihat pendapa yang sangat cantik. ’’Ntar fotoin gue di pendopo situ ya,’’ pinta Kuswara kepada Odi. Setelah acara di pos 3 selesai, Rizka mengajak semua pindah ke pos 4. Kuswara bergegas menuju pendapa sembari mencari Odi. Tak berselang lama, Odi balik ke teman-temannya. ’’Gimana sih Kuswara. Minta difoto, malah gue ditinggalin,’’ keluhnya.
Rizka pun bingung. Dia lalu menelepon Kuswara dan memberi tahu bahwa Odi sudah bersama tim. Kuswara lantas meminta mereka melanjutkan perjalanan ke pos 4. Nanti, dia menunggu di pinggir jalan. Namun, cukup jauh berjalan, mereka tak kunjung menemukan Kuswara.
’’Kus, di mana? Dari tadi kita jalan tapi nggak ketemu elu,’’ ucap Rizka yang kembali menelepon Kuswara. ’’Ini gue di pinggir jalan. Coba jalan lagi,’’ timpal Kuswara.
Telepon pun terputus. Mereka kembali berjalan. Namun, pencarian tetap tak membuahkan hasil. Rizka kembali menghubungi Kuswara yang ngotot bahwa dirinya sejak tadi menanti di pinggir jalan. Rizka pun meminta Kuswara mencari penanda. Kuswara lalu berjalan mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Akhirnya, dia menjadikan papan bertulisan desa X sebagai petunjuk.
Rombongan lantas mencari tahu lokasi papan desa X. Mereka sempat bertanya kepada penduduk lokal. Namun, saat ditanya, para penduduk justru heran. Mereka tak tahu di mana desa X. Saat itu, seluruh panitia yang mencari Kuswara mulai panik. Rizka menelepon Kuswara dan memintanya pindah. Kuswara lantas mengabari bahwa dirinya berada di warung yang menjual token listrik dan menerima pembayaran listrik.
Rizka dan tim akhirnya menemukan warung yang dimaksud. Namun, anehnya, Rizka dan teman-teman tidak melihat Kuswara. Padahal, mereka berada di tempat yang sama. Akhirnya Rizka punya ide. Dia meminta Kuswara mencari masjid. ’’Gue sama anak-anak juga nyari masjid,’’ ujarnya. Sepanjang jalan, rombongan menyalakan klakson motor. Dia meminta Kuswara mencari sumber suara.
Tak lama berselang, azan ashar berkumandang. Kuswara lalu menelepon Rizka dan mengabarkan dirinya mendengar suara klakson dan azan. Mendengar itu, Rizka meminta Kuswara berjalan menuju sumber suara. Lima menit kemudian, mereka bertemu di depan sebuah masjid. Saat bertemu teman-temannya, wajah Kuswara tampak pucat.
’’Gue panik. Dari tadi jalan sendirian tanpa melihat satu orang pun di jalanan. Sampai tiba-tiba gue melihat tirai dan membuka tirai itu. Akhirnya gue bisa ketemu kalian lagi,’’ tuturnya, lalu menangis. Setelah Kuswara ditemukan, panitia memutuskan kembali ke basecamp. Setiba di basecamp, Odi menceritakan semua pengalaman yang baru saja dialami.
Saat Odi menceritakan peristiwa itu, seorang tokoh masyarakat setempat menghampirinya. Dia lalu menjelaskan bahwa Kuswara disesatkan oleh makhluk halus penunggu makam tua. ’’Yang dilihat Kuswara bukan pendapa, tapi makam tua,’’ jelas tokoh tersebut.
Kuswara lalu menceritakan pengalamannya saat mencari Odi. Setiba di pendapa, dia bertemu kakek-kakek. Kakek itu berkata bahwa temannya sudah pergi. Saat ingin kembali, kakek tersebut meminta Kuswara melewati jalan yang berada di samping kakek itu. Si kakek bilang, jalan tersebut adalah jalan pintas untuk cepat sampai di jalan raya. Ternyata, itu adalah jalan menuju dimensi lain. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
