
Perwakilan PT SPIL mengikuti kegiatan menanam 1.000 bibit pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya.
JawaPos.com–Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) mengadakan kegiatan menanam 1.000 bibit pohon mangrove. Kegiatan dilaksanakan di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya.
Dengan menanam 1.000 bibit pohon mangrove, SPIL berkomitmen mendukung upaya konservasi mangrove dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Head of ESG (Environment Social and Governance) SPIL Andri Theja mengatakan, baru pertama kami melakukan kegiatan penanaman mangrove. Mangrove dipilih karena memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir.
”Dengan menanam mangrove, kita turut menjaga maritim dan ekosistem laut kita,” kata Andri.
Selain itu menurut dia, sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara kegiatan pelestarian lingkungan dan bisnis pelayaran dan logistik.
”Kami sangat bangga dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove ini. Tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan untuk masa depan bumi yang lebih baik. SPIL selalu berupaya melibatkan diri dalam pelestarian alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem,” tutur Andri.
Dengan fokus keberlanjutan, lanjut dia, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai penanaman, tetapi SPIL juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. SPIL juga menjadi agen perubahan positif dalam menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia.
Sebanyak 15 orang perwakilan dari SPIL mengikuti kegiatan itu dengan antusias. Dengan menggunakan perahu, peserta penanaman mangrove menempuh jarak sekitar 5,3 kilometer hingga tiba di titik penanaman.
”Teman-teman sangat antusias karena ini first experience juga. Kebetulan juga hari ini cuacanya bagus. Kami berencana akan mengembangkan lagi dengan acara-acara serupa,” ujar Andri.
Sebelumnya, SPIL juga telah berpartisipasi dalam kepedulian lingkungan dengan inisiatif seperti pengumpulan botol minum dalam kemasan secara digital dan pengolahan kain dari seragam karyawan yang tidak terpakai.
Humas Ekowisata Mangrove Wonorejo Devid Nugroho mengatakan, mangrove yang ditanam kali ini merupakan jenis rizopora mucronata. Jenis mangrove itu memiliki akar tunjang yang kuat sehingga cocok untuk sabuk pantai.
Untuk perawatan, Devid memastikan pihaknya menjaga kebersihan di sekitar bibit yang baru ditanam agar tidak ada sampah yang tertahan di akar. ”Saat pasang, kadang air kan membawa sampah seperti sampah plastik, nah ini bisa tertahan di akar dan menyebabkan akarnya patah. Kami menjaga setidaknya sampai usia tiga tahun sampai akarnya benar-benar kuat,” terang Devid Nugroho.
Dia menambahkan, peran penting mangrove sebagai habitat bagi berbagai biota laut, penyerap karbon, serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengurangi risiko abrasi. Mangrove juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, seperti dalam kegiatan memancing atau pengepulan botol.
”Seiring dengan bibit mangrove yang ditanam, tumbuh pula rasa optimisme bahwa langkah kecil ini dapat menjadi awal dari perubahan besar. Tentunya, untuk bumi yang lebih baik,” harap Andri sambil mengajak semua untuk terus bergerak bersama dalam menjaga kelestarian alam.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
