Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 18.44 WIB

Pemkot Surabaya Terapkan KAS – RPA untuk Mewujudkan Lingkungan Ramah Bagi Anak dan Perempuan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau program KAS - RPA /Surabaya.go.id. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau program KAS - RPA /Surabaya.go.id.

JawaPos.com – Pemkot Surabaya saat ini bergerak maju untuk mewujudkan lingkungan ramah Perempuan dan anak.

Pemkot Surabaya sendiri sudah menerapkan Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS – RPA) hal ini untuk pemberdayaan di kelurahan dan kecamatan, supaya lebih cepat menangani suatu masalah yang melibatkan perempuan dan anak.

Program ini merupakan bagian dari Surabaya Kota Responsif Gender. KAS – RPA dijalankan secara berkala untuk memberikan pendampingan terhadap Perempuan dan anak.

Pemkot Surabaya bekerjasama dengan UNICEF dan Bappenas RI, yang ditunjukkan dengan penandatanganan RKT (Rencana Kerja Tahunan) mengenai Pemenuhan Konvensi Hak Anak untuk Program CFCI (Child Friendly Cities Initiative).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI memberikan apresiasi kepada semua elemen masyarakat di Kota Surabaya yang selalu berkomitmen menjadikan Surabaya sebagai kota layak anak tingkat dunia.

Hasil dari hal tersebut membuat Kota Surabaya terpilih menjadi kota pertama di Indonesia sebagai pilot program CFCI dan membuat potensi besar menjadi sebuah kota layak anak tingkat dunia berstandar internasional.

Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani melihat langsung pelaksanaan KAS – RPA di Balai RW 05 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, pada Minggu (19/11).

Eri Cahyadi dan ketua Tp PKK melihat langsung bagaimana kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap penerapan KAS -RPA.

“Ini adalah kampung yang dibentuk untuk perempuan dan anak, juga kesetaran gender. Di sini, edukasi dilakukan dengan menerapkan kesetaraan gender melalui berbagai informasi dan materi yang ditempel oleh masyarakat di dinding Bali RW,” ujar Wali Kota Eri dilansir Surabaya.go.id.

Penerapan KAS – RPA sendiri menerapkan lima indikator yaitu, Kampung Aman, Kampung Belajar, Kampung Sehat, Kampung Asuh, serta Kampung Kreatif dan Produktif.

Eri Cahyadi sendiri berharap warga dari RW 05 Kelurahan Balongsari bisa saling memberikan edukasi kepada masyarakat lainnya yang ada di Kota Surabaya.

“Saya berharap yang ada di kampung ini menjadi pionir dan jujukan, serta bisa ditularkan kepada kampung yang lainnya,” ujar Eri Cahyadi.

Menurut, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A – PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayanti menjelaskan bahwa penerapan KAS-RPA turut melibatkan Non Governmental Organization (NGO), akademisi, dan pemerhati anak di 58 kampung yang sudah menerapkan KAS – RPA.

“Seperti yang digaungkan oleh Pak Wali (Eri Cahyadi) terus-menerus, pemkot membudayakan keguyuban, kesadaran, serta kepedulian warga terhadap anak dan perempuan," ujar Ida Widayanti.

"Pesan Pak Wali, kampung ini bisa berdampak positif kepada RW, bahkan ke kampung yang lain. Harapannya kampung-kampung lain di Surabaya terbiasa mengutamakan hak dan perlindungan pada anak dan perempuan,” lanjutnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore