Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Desember 2020 | 05.07 WIB

Lion Air Gagas Penerbangan Umrah Pertama selama Pandemi

Jamaah umrah mengantre sebelum memasuki pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Lion Air for JawaPos - Image

Jamaah umrah mengantre sebelum memasuki pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Lion Air for JawaPos

JawaPos.com–Lion Air Group meresmikan penerbangan umrah pertama setelah sempat berhenti selama pandemi. Umrah periode 1442 Hijriah atau 2020–2021 itu dilakukan dengan rute Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB), tujuan Jeddah melalui Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Arab Saudi (JED).

Penerbangan pertama itu dilaksanakan pada Selasa (15/12) dan diresmikan Chief Executive Officer (CEO) Lion Air Rudy Lumingkewas yang diwakilkan Operation Director of Lion Air Capt. I Putu Wijaya, Presiden Direktur Dream Group Muhammad Umar Bakadam, beserta mitra terkait.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan tersebut spesial karena menjadi yang pertama setelah masa pandemi. Penerbangan itu juga menjadi ajang peluncuran servis premium penerbangan jarak jauh.

”Sebagai jamaah pertama pada masa pandemi, mereka akan difasilitasi menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) Airbus 330-300CEO, makanan di dalam pesawat (inflight meals), hiburan selama perjalanan (inflight entertainment), musik religi, audio video di setiap kursi,” tutur Danang.

Bahkan, untuk kenyamanan tamu dari masing-masing kota asal, Lion Air telah mempersiapkan awak kabin guna membantu kemudahan komunikasi. Lion  Air bernomor JT-3100 mengudara tepat waktu (on time) pukul 15.41 waktu Indonesia barat (WIB, GMT+ 7). Layanan itu tanpa henti (non-stop) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz pada 23.10 waktu setempat (Time in Medina Saudi Arabia, GMT+ 3).

Danang menambahkan, layanan penerbangan tersebut sebagai upaya Lion Air memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar. Penerbangan tujuan Jeddah itu terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi atau persyaratan audit keselamatan dan keamanan dari Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA).

”Ke depannya, layanan umrah Lion Air menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) dengan rata-rata 92 persen. Dalam pelaksanaan umrah ini, Lion Air bekerja sama bersama Dream Tour sebagai mitra perjalanan (tour and travel) dalam General Sales Agent (GSA),” ujar Danang.

Dalam penerbangan tersebut, terdapat 119 total jamaah. Mereka akan melangsungkan ibadah umrah selama 10 hari. Sebelum berangkat, seluruh jamaah menjalani karantina di hotel selama 2–3 hari.

”Semua jamaah harus mengikuti tes swab. Untuk jamaah 50 tahun belum bisa berangkat. Usia minimal 18 tahun. Perbedaan dengan ibadah umrah sebelumnya adalah karantina terlebih dahulu,” tutur Danang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tbBNiL4st4w

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore