Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2023 | 23.23 WIB

Sungai Pelayaran di Tawangsari Sidoarjo Akhirnya Dikeruk, Didominasi Sampah Popok dan Limbah Rumah Tangga

BERTAHAP: Sugianto membersihkan sampah di sungai pelayaran Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, kemarin. - Image

BERTAHAP: Sugianto membersihkan sampah di sungai pelayaran Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, kemarin.

JawaPos.com – Selasa (26/9) tim satgas air Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mengeruk sampah dan sedimentasi di Sungai Tawangsari, Kecamatan Taman, yang dikeluhkan berbau busuk. Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono beserta timnya turun langsung ke titik yang penuh sampah.

Setelah diidentifikasi, ada 2,7 kilometer sungai yang mengalami kendala pendangkalan karena sedimentasi dan penuh sampah.

”Hari ini (kemarin, Red) kami terjunkan dua ekskavator dan empat dump truck untuk mengeruk sampah dari sungai dan kami bawa ke spoil bank yang ada di desa,” jelasnya.

Dwi menyebutkan, ada percepatan pembersihan di titik-titik sungai yang dipenuhi sampah. Awalnya pembersihan di Tawangsari akan dilakukan minggu depan. Sebab, petugas masih membersihkan di hilir, yakni di Desa Krembangan dan sekitarnya.

Namun, pihaknya langsung membersihkan kemarin agar sampah tidak makin menumpuk. Apalagi, baunya cukup menyengat.

”Jadi, langsung kami bagi dua tim. Di Krembangan dibersihkan dan ini lanjut di Tawangsari,” katanya. Sementara fokusnya pada pengangkatan sampahnya dulu.

Dwi menerangkan, bau busuk yang dikeluhkan warga tidak berasal dari limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), tapi limbah rumah tangga. Karena kondisinya menumpuk hingga memenuhi permukaan sungai, muncul bau busuk.

”Popok dan pembalut sangat banyak sekali. Tujuh puluh persen sampah yang kami angkat isinya popok semua,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya juga meminta agar warga tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Dwi mengatakan, untuk saat ini pembersihan dilakukan langsung oleh dinasnya.

Mulai bulan depan hingga akhir tahun, ada kolaborasi normalisasi sungai antara dinasnya, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur, dan dari Jasa Tirta.

”Nanti normalisasi selama tiga bulan sampai Desember,” ucap dia. Tujuannya, mengeruk dasar sungai sehingga sedimentasi sungainya terangkat.

Salah satu warga yang tinggal di dekat sungai, Sugianto, ingin pembersihan dilakukan maksimal. Dia menyebut di sungai pelayaran yang ada di Krembangan, saat ini hanya sebatas sampah yang diangkut. Sedimentasi belum seluruhnya terangkat.

”Harus dikeruk bawahnya. Karena kedalaman sungai paling hanya tersisa setengah meter,” jelas warga RT 13 RW 3 Desa Krembangan tersebut. Sehingga sampah yang berada di dasar sungai yang bercampur lumpur juga bisa terangkat. ”Agar tidak berbau lagi,” harapnya. (uzi/c9/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore