
BERTAHAP: Sugianto membersihkan sampah di sungai pelayaran Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, kemarin.
JawaPos.com – Selasa (26/9) tim satgas air Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mengeruk sampah dan sedimentasi di Sungai Tawangsari, Kecamatan Taman, yang dikeluhkan berbau busuk. Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono beserta timnya turun langsung ke titik yang penuh sampah.
Setelah diidentifikasi, ada 2,7 kilometer sungai yang mengalami kendala pendangkalan karena sedimentasi dan penuh sampah.
”Hari ini (kemarin, Red) kami terjunkan dua ekskavator dan empat dump truck untuk mengeruk sampah dari sungai dan kami bawa ke spoil bank yang ada di desa,” jelasnya.
Dwi menyebutkan, ada percepatan pembersihan di titik-titik sungai yang dipenuhi sampah. Awalnya pembersihan di Tawangsari akan dilakukan minggu depan. Sebab, petugas masih membersihkan di hilir, yakni di Desa Krembangan dan sekitarnya.
Namun, pihaknya langsung membersihkan kemarin agar sampah tidak makin menumpuk. Apalagi, baunya cukup menyengat.
”Jadi, langsung kami bagi dua tim. Di Krembangan dibersihkan dan ini lanjut di Tawangsari,” katanya. Sementara fokusnya pada pengangkatan sampahnya dulu.
Dwi menerangkan, bau busuk yang dikeluhkan warga tidak berasal dari limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), tapi limbah rumah tangga. Karena kondisinya menumpuk hingga memenuhi permukaan sungai, muncul bau busuk.
”Popok dan pembalut sangat banyak sekali. Tujuh puluh persen sampah yang kami angkat isinya popok semua,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya juga meminta agar warga tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Dwi mengatakan, untuk saat ini pembersihan dilakukan langsung oleh dinasnya.
Mulai bulan depan hingga akhir tahun, ada kolaborasi normalisasi sungai antara dinasnya, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jawa Timur, dan dari Jasa Tirta.
”Nanti normalisasi selama tiga bulan sampai Desember,” ucap dia. Tujuannya, mengeruk dasar sungai sehingga sedimentasi sungainya terangkat.
Salah satu warga yang tinggal di dekat sungai, Sugianto, ingin pembersihan dilakukan maksimal. Dia menyebut di sungai pelayaran yang ada di Krembangan, saat ini hanya sebatas sampah yang diangkut. Sedimentasi belum seluruhnya terangkat.
”Harus dikeruk bawahnya. Karena kedalaman sungai paling hanya tersisa setengah meter,” jelas warga RT 13 RW 3 Desa Krembangan tersebut. Sehingga sampah yang berada di dasar sungai yang bercampur lumpur juga bisa terangkat. ”Agar tidak berbau lagi,” harapnya. (uzi/c9/any)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
