Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2020 | 22.48 WIB

Rumah Bung Karno di Surabaya Akan Jadi Jujukan Peneliti Dunia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Dua ikon penting untuk meneguhkan identitas Kota Surabaya diresmikan tepat pada hari kemerdekaan Senin (17/8). Yang sudah tersiar kabarnya adalah peresmian pindah kepemilikan Rumah Bung Karno dari penghuni sebelumnya ke Pemkot Surabaya. Diresmikan pula plaza Balai Pemuda yang dilengkapi dengan air mancur kabut.

Menandai peresmian rumah Bung Karno, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memotong tumpeng. Dia didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Acara digelar sederhana di depan rumah di Jalan Pandean IV/40, Peneleh, tersebut. Panggung kecil didirikan di depan rumah bercat putih yang menghadap ke selatan itu. Risma menyampaikan pesan tentang masa depan kawasan Pandean, Lawang Seketeng, dan sekitarnya tersebut. Daerah yang punya situs-situs bersejarah itu akan menjadi destinasi wisata edukasi.

”Sudah ditemukan rumah Bung Karno ini. Ada juga H.O.S. Tjokroaminoto. Pasti ada peneliti-peneliti dunia yang akan ke sini. Pasti akan meneliti sosok Bung Karno, pengalaman dan belajar dari mana Bung Karno akan bisa ditelusuri,” jelas Risma setelah meresmikan rumah tersebut.

Rumah kelahiran Bung Karno tersebut akan dijadikan museum. Saat ini rumah itu masih dalam proses serah terima dari pemilik sebelumnya kepada Pemkot Surabaya.

Rumah kelahiran Bung Karno itu akan melengkapi situs-situs lain yang telah ada di kawasan tersebut. Misalnya, Langgar Dukur Kayu, Sumur Jobong, dan pipa kuno. Bahkan, pernah ditemukan adanya tulang belulang kuno di kawasan tersebut. Pemkot pun meneliti tulang itu dan menelisik keterkaitan dengan warga setempat.

”Ada tulang-tulang diteliti. Kalau lihat sejak era Majapahit. Dan warga di sini ada keturunan, masih berkesinambungan sejak Majapahit,” ujar dia.


Sebelum meresmikan rumah kelahiran Bung Karno, Risma juga meresmikan plaza atas Balai Pemuda yang telah direnovasi. Plaza tersebut akan dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya klasik hingga modern. Dilengkapi air mancur kabut untuk membuat kawasan tersebut lebih adem saat siang.

”Kalau ada tamu ingin lihat ludruk, wayang orang, Srimulat, bisa terjadwalkan dengan adanya plaza itu. Anak-anak bisa berkumpul di situ,” ungkap Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Antiek Sugiharti menuturkan bahwa sejarah Soekarno dan benda-benda yang terkait sedang dikumpulkan untuk ditempatkan di museum tersebut. Antiek menyebutkan bahwa tak lama lagi, rumah itu menjadi milik pemkot. ”Sedang dipersiapkan semuanya,” kata Antiek.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tc91rv-kwug

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore