
Maket Apartemen The Trans Icon yang dikembangkan di Surabaya
JawaPos.com - Kebutuhan hunian di perkotaan terus meningkat seiring berkembangnya jumlah penduduk dan perkembangan kota. Apartemen kini menjadi salah satu alternatif hunian di perkotaan.
Marketing General Manager The Trans Icon Antony Susanto mengatakan kebutuhan terhadap tempat tinggal di Surabaya terus meningkat. Apalagi melihat perkembangan perhotelan dan perekonomian, Surabaya menjadi satu tujuan primadona ke depan.
''Tren hunian di negara maju seperti Singapura, Hongkong bahkan Jakarta adalah back to the city. Jadi, tren hunian seperti apa, yang tanah (landed) sudah tidak memungkinkan bertambah. Maka, hunian vertikal akan menjadi pilihan kaum milenial ke depan,'' jelasnya di sela talkshow bisnis Trends That Will Shape Property Business in 2020, Rabu (18/3). Hunian vertikal juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalam proyek.
Perkembangan perekonomian Surabaya yang pesat juga didukung dengan adanya bandara sampai pelabuhan. Makanya Surabaya kerap menjadi pintu gerbang ke Indonesia bagian timur. Tercatat pertumbuhan penduduk di Surabaya terus meningkat yang sekarang mencapai 10 juta jiwa. Juga dari kota-kota penyangga seperti Gresik, Sidoarjo dan Malang, banyak yang bekerja di Surabaya.
''Jadi bisa dilihat, Surabaya merupakan pangsa pasar yang besar untuk hunian,'' jelasnya. Diyakini, akan terjadi perubahan gaya hidup, terutama mencari hunian yang dapat memenuhi kebutuhan lifestyle dan leisure. ''Tinggal dalam kawasan yang sudah lengkap,'' lanjutnya.
Photo
Acara talkshow bisnis Trends That Will Shape Property Business in 2020 (Istimewa)
The Trans Icon merupakan proyek superblok di kawasan Surabaya Selatan. Saat ini pihaknya sudah memasarkan dua tower apartemen yaitu Aspen dan Alpin, dan satu tower condominium mewah yaitu The Trans Hotel Apartemen. ''Proyek ini ditunjang dengan lokasi yang strategis karena dekat dengan akses jalan tol,'' tuturnya. Selain itu juga dekat dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan
Menurutnya, dekat dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan memiliki nilai tambah sendiri. Karena itu menunjukkan potensi pasarnya besar. Juga dekat dengan kawasan industri yang tercatat ada 370 PMA dan PMDN serta ada sebanyak 65 ribu tenaga kerja. ''Sehingga bisa disewakan maupun dijual kembali,'' ungkapnya.
Dalam seminar itu juga mendatangkan pembicara lain dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Surabaya dan OYO yang merupakan jaringan hotel yang menyewakan kamar hotel dan bekerja sama dengan mitra pemilik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
