
GENANGI JALAN: Satu unit alat berat mengeruk tanah di Jalan Kertajaya (14/6). Itu dilakukan untuk mencari pipa PDAM yang pecah.
JawaPos.com – Rahayu lega karena aliran air PDAM yang sempat mengecil kembali normal. Aktivitas warga Gubeng Kertajaya, RT 5, RW 1, Kelurahan Gubeng, itu tak lagi terganggu.
”Alhamdulilah sudah lancar. Cuma Rabu malam sempat kecil, tapi paginya sudah bancar lagi,” ucapnya saat ditemui, Kamis (15/6).
Rahayu sempat waswas saat aliran air mengecil. Sebab, tak biasanya layanan PDAM terganggu. Ketika ada perbaikan, jauh-jauh hari petugas selalu datang memberikan informasi kepada warga sebelum aliran air dimatikan.
”Kemarin ini tidak ada pemberitahuan, mungkin karena pecahnya dadakan, ya,” ungkapnya. Meski begitu, dia bersyukur bahwa air PDAM sudah mengalir kembali.
Menurut Manajer Sistem Transmisi dan Distribusi Pipa Utama PDAM Surya Sembada Kuswara, pada pukul 17.00 air sudah tersalurkan ke pelanggan.
”Pipa HDPE sudah terpasang sekitar pukul 16.00. Setelah itu, aliran air kembali normal,” jelasnya.
Jaringan yang berusia tua memang menjadi persoalan bagi PDAM Surya Sembada. Pipa lawas itu rawan rusak dan bocor. Namun, untuk menggantinya, perusahaan daerah tersebut membutuhkan anggaran besar.
Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono menyatakan, proyek rehabilitasi pipa bisa saja dibiayai dari pendapatan dan anggaran internal perusahaan. Namun, pihaknya tidak menjamin program itu berjalan maksimal. Sebab, peruntukan anggaran dan pendapatan setiap tahun bisa berubah-ubah.
Karena itu, PDAM membuka pintu lebar-lebar bagi investor yang hendak masuk untuk membantu. Namun, perusahaan pelat merah itu harus menyeleksi seluruh penanam modal tersebut.
Menurut Arief, sudah ada investor yang hendak membantu PDAM. Salah satunya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Itu adalah perusahaan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bidang pembiayaan bagi BUMN maupun BUMD. Perusahaan tersebut akan berinvestasi Rp 100 miliar–Rp 150 miliar.
”Peruntukannya diarahkan untuk rehab pipa. Sekarang masih proses administrasi. Semoga bisa segera terealisasi,” tuturnya.
Alternatif lain, PDAM berencana menerbitkan surat utang atau obligasi. Surat utang itu akan menjadi sumber pendanaan alternatif. Obligasi daerah tersebut akan diperjualbelikan ke masyarakat umum.
”Selain kami mendapat pembiayaan, masyarakat juga bisa mengawasi langsung kinerja PDAM Surya Sembada dan ikut mendorong pertumbuhan BUMD ini. Ini bukan hal baru. Dulu sudah pernah ada perusahaan air minum yang juga menerbitkan obligasi untuk pembiayaan daerah,” ungkapnya.
Dasar aturan penerbitan obligasi itu, kata Arief, ada sejak lama. BUMD dimungkinkan untuk menerbitkan obligasi daerah. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan bursa efek agar perusahaan daerah ini bisa meluncurkan obligasi.
”Solusi pembiayaan ini juga sudah pernah dibahas dalam forum besar Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Saat itu berbagai pihak terkait hadir dan membahas kemungkinan penerapan itu di BUMD seperti kami,” kata sekretaris umum Perpamsi tersebut.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
