
Abdul Munir Mulkhan
Adalah sebuah kesombongan bila mengira akan masuk surga dengan sejumlah pahala dari amal yang dilakukan. Adalah keculasan saat memastikan kehendak Tuhan melalui matematika pahala dan dosa.
Jikalah lupa, pelajaran berharga ritual puasa adalah kerendah-hatian tawadldlu’.Sadarlah, betapa lemah manusia yang tanpa nasi dan mium sehari atau saat terkapar sakit tanpa daya. Perlu disadari bahwa siapa pun bisa terhina dan ternista saat direndahkan dan diremehkan.
Pelaku ritual puasa Ramadan semestinya lebih arif dalam perilaku sosial karena telah menangkap makrifat kemanusiaan yang terus diperbarui tiap Ramadan tiba.
Bisakah kita jadikan makrifat kemanusiaan universal jembatan budaya bagi pemelihara kesatuan kebangsaan yang lestari yang kini tampak retak oleh ambisi kelompok dan ego ketuhanan yang beku? Sementara elite negeri seperti jalan sendiri-sendiri. (*)
*Guru besar dan ketua senat UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 2013–2016; komisioner Komnas HAM RI 2007–2012; wakil sekretaris PP Muhammadiyah 2000–2005

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
