
A.S. Laksana
Sekiranya Anda merasa pegal-linu terhadap orang yang suka menunjukkan perangai semaunya sendiri, saya akan menyampaikan kabar baik. Yakni, Anda tidak sendirian. Istri saya satu barisan dengan Anda; demikian pula sopir taksi yang mengantar saya pulang pada suatu malam sehabis hujan.
Kami menembus jalanan macet malam itu dan Pak Sopir memberi kuliah umum sepanjang jalan. Saya mengagumi kedalamannya soal agama. Dari dia, saya menjadi tahu bahwa mata air zamzam tercipta karena Nabi Musa menancapkan tongkatnya ke gurun pasir untuk memberi minum budak-budak Yahudi yang baru saja dia selamatkan. Itu teori baru. Sama barunya dengan rumus dan persamaan matematika yang digunakan seorang guru besar untuk menyampaikan berita gembira bahwa Borobudur adalah bikinan Nabi Sulaiman.
Istri saya bukan seorang penemu teori atau ahli sejarah purbakala. Namun, seperti halnya Pak Sopir, dia benci kepada orang-orang yang suka membuat onar, terutama mereka yang gemar meludahi muka orang lain dan memperjuangkan agenda politik dengan cara mengamuk.
Analisisnya tentang mereka sering mencengangkan, tetapi sekaligus jernih dan wajar seperti kristal embun di pucuk-pucuk daun. Saya tidak heran karena dia memang menyukai teori konspirasi, yaitu teori yang digunakan seorang satpam tua untuk memberi tahu saya bahwa Bung Karno sebetulnya masih hidup, sekarang sedang berada di sebuah perairan, dan akan muncul lagi nanti pada waktu yang tepat.
Teori itu juga menjadi senjata tajam bagi ibu rumah tangga untuk menganalisis, dengan cara yang suaminya tak mungkin membantah, bahwa tetangga sebelah sedang menumpuk kekayaan melalui persekongkolan keji dengan iblis. Buktinya: ’’Lihat saja sendiri! Orang itu rajin membongkar pasang rumahnya.’’
Sejarah tidak memberi tahu kita siapa penemu teori konspirasi. Namun, saya menduga dia adalah Don Kisot, seorang penunggang kuda yang keluar masuk kampung untuk memerangi kincir angin. Itu sebuah misi suci. Sebab, kincir angin adalah ancaman yang lebih menakutkan ketimbang pemanasan global atau cacar air. Jika Pak Don tidak memeranginya, cepat atau lambat ia tentu akan membawa kerusakan di muka bumi dan menggerogoti moral orang-orang.
Bukan hanya kincir angin, Pak Don juga bertempur, memperlihatkan kejantanan kesatria abad tengah, melawan sekawanan biri-biri di padang rumput, seolah-olah mereka adalah sebuah legiun dari negeri asing yang siap melakukan penaklukan.
Dengan pengaruh secukupnya dari Don Kisot, pada Rabu dua pekan lalu, istri saya menyampaikan peringatan genting tentang orang yang suka membuat onar. ’’Ia membahayakan,’’ katanya. ’’Nanti saat kita tidur lelap tahu-tahu orang itu menghidupkan toa dan menunjuk diri sendiri menjadi presiden Republik Indonesia.’’
Saya menyampaikan pandangan berbeda pada hari Kamis.
’’Tidak selalu begitu,’’ kata saya.
’’Pasti begitu,’’ katanya.
’’Tidak setiap orang yang gemar meludahi muka orang selalu memiliki agenda politik, sebagian di antara mereka mungkin hanya kurang sopan.’’
’’Kau mengajak ribut?’’
Tentu tidak, dan saya segera meminta maaf sebelum dia menyuruh saya meminta maaf. Kami sudah sering ribut dan sayalah yang harus selalu meminta maaf, meskipun kadang saya tidak menemukan alasan untuk melakukannya. Seingat saya, dia belum pernah mengucapkan permintaan maaf; bukan karena tidak sudi, tetapi karena dia malu. Saya heran kenapa ada orang yang malu berbuat kebajikan –itu jika kita menganggap meminta maaf adalah sebuah kebajikan.
Namun, semua itu ada hikmahnya. Sekarang saya menjadi cukup fasih untuk menasihati para pemuda yang ingin menikah, tetapi tidak yakin apakah mereka sebetulnya sudah siap atau belum. Kepada mereka, saya katakan: Jika kau sanggup meminta maaf meskipun tidak ada alasannya, itu berarti kau sudah siap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
