Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2018 | 02.17 WIB

Tahun Baru 2018

Photo - Image

Photo

PADAM sudah pesta kembang api, 1 Januari datang lagi. Lembar kerja baru dimulai lagi.



Seperti apa tantangan di tahun yang baru?



Coba kita ingat proses yang kita tempuh sepanjang tahun kemarin. Hidup akan senantiasa berisi pengulangan-pengulangan. Kalau ada kejutan di sana-sini sesungguhnya hanya kumpulan ketidaksengajaan dan kecelakaan, yang beda-beda tingkatannya. Bagi yang kenyang kecelakaan, akan relatif tenang dan tak mudah kaget.



2018 adalah tahun politik dengan hajatan pilkada serentak se-Indonesia. Yang kita risaukan adalah: bagaimana kalau dalam hiruk pikuk politik nanti terjadi kecelakaan-kecelakaan? Kalau korbannya tergeletak di jalan, larikan ke UGD terdekat. Kita paham. Tapi, kalau korbannya ternyata adalah pemimpin, yang karena proses politik yang celaka akhirnya ter­pilih jadi kepala desa, bupati, gubernur, atau presiden. Nasib kita semua akan sangat tergantung pada daya tahan, upaya me­nyembuhkan diri, dan ketabahan dari pribadi pemimpin-pemimpin tersebut.



Meski ada pemimpin yang punya bakat hebat memberesi sakitnya sendiri, tapi umumnya pada kesulitan. Karena proses politik butuh mekanisme penyembuhan secara politik pula. Sementara yang lazim terjadi dalam mekanisme penyembuhan seperti itu, selalu ada semacam tawar-menawar yang alot antara pihak yang membawa obat, yang butuh sehat, dan pencipta rasa sakit.



Kita sebagai rakyat?


Tetap harus melangkah karena argo jalan terus. Jarum jam berputar terus, tak ada ruang transit buat aneka keharusan. Harus bayar listrik, air, angsuran ke bank, bayar pulsa, makan di luar di akhir pekan, bayar sekolah anak, dan seterusnya. Semua sudah duduk di kursi waktunya masing-masing dan ketika gilirannya tiba, mereka harus mendapat pelayanan terbaik: tolong dibayar!



Bila di akhir 2018 nanti semua ikhtiar berjalan lancar, pilkada serentak aman, target kerja tercapai, sukses, nah itu harapan semua! Namun, jika semua daya sudah dikerahkan, sudah kerja keras (bahkan lebih keras daripada kerja yang paling keras), tapi hasil akhir tetap melempem? Gimana coba...



Sebaiknya tidak patah arang.



Tapi, bila ternyata tetap patah juga arangnya?



Silakan mumet bareng! Cari cara yang baik dan benar, menyenangkan, positif. Tentu dengan gaya seolah-olah tetap waras.



Tom Hanks, dalam Forrest Gump, di tengah kebuntuan tingkat tinggi dan situasi kepepet, tiba-tiba muncul energi "mampu" lagi. Lalu secara instingtif kakinya melangkah, lari! Lari, dan teruuus berlari. Kalau misalnya sedang di Surabaya, Tom Hanks akan berlari ke arah timur sampai ujung timur Pulau Jawa, hingga bibir pantai Ketapang, Banyuwangi.



Karena di depan sudah tak ada aspal, dia putar badan, lalu lari ke arah barat, teruuus berlari, sampai mentok di garis pantai Pelabuhan Merak, Banten. Ambil arah kiri, lari lagi sampai Pantai Parangtritis. Putar balik, lari lagi ke utara sampai pantai Tanjung Mas, Semarang. Pokoknya baru belok atau putar balik setelah di depannya laut. Sehat. Cuma agak dramatis dan aneh. Tapi, apa bedanya dengan para maniak maraton yang sedang mewabah sekarang ini?



Ada pilihan lain misalnya: bernyanyi. Di daerah Surabaya Barat, ada sebuah pasar sayuran yang besar, bersih, dan modern yang dibangun pengembang Grup Puncak. Pasar itu untuk melengkapi kebutuhan penghuni tower-tower apartemennya. Di tengah pasar sayuran, buah, ikan, dan berbagai makanan itu, tersedia peranti karaoke yang bisa dipakai siapa saja yang ingin bernyanyi.



Hebat. Bernyanyi di tengah pasar dengan volume suara yang keras sekali! Praktik perkaraokean bahkan sudah dimulai sejak pagi-pagi sekali. Dengan Rp 10 ribu bisa pilih lagu Mandarin, keroncong, oldies, hingga dangdut rap Via Vallen atau Nella Kharisma. Jaran goyang... jaran goyang... Sebenarnya mudah untuk menciptakan rasa senang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore