
Suparto Wijoyo
Nyunggi berarti menjunjung tinggi di atas kepala dengan meletakkan wakul (bakul) sebagai forma cita-cita rakyat negara hukum. Bakul itu bejana amanat rakyat, tempat daulat tertinggi yang harus disunggi. Implikasi tindakan menjunjung harkat hukum yang gembelengan adalah jatuhnya tempayan kerakyatan (wakul) itu. Pribadi rakyat (segane) akan tumpah-ruah, semburat membanjiri halaman rumah (dadi sak latar). Segane (nasi) boleh dianggitkan sebagai ekspresi keadilan sosial yang dirajut dalam bingkai NKRI. Negara hukum yang gembelengan harus dicegah, selicin apa pun tangga pencapaiannya.
Sebuah tembang memang menunjukkan pitutur luhur kepada siapa saja yang menduduki kekuasaan negara hukum. Aparatur hukum yang menyunggi (menjunjung tinggi-tinggi) tidak boleh mempermainkan nasib rakyat yang disungginya, agar negara hukum tetap bermartabat.
Sebagai refleksi, kuselipkan mutiara hikmah Jalaluddin Rumi untuk yang terpanggil memperjuangkan keadilan: A voice inside the best says: I know you’re tired, but come. This is the way. Bacalah suara yang di dalam iramanya berkata: Aku tahu kau amat lelah, tetapi kemarilah. Inilah jalannya. Untuk Dahlan, ada kata indah RA Kartini (1879–1904): Door Duisternis tot Licht – Habis Gelap Terbitlah Terang. Bukankah kegelapan ini justru membuat cahaya tampak lebih terang? Tulis RA Kartini dalam suratnya kepada Ny. RM Abendanon-Mandri, 13 Agustus 1900. (*)
*) Sekretaris Badan Pertimbangan Fakultas Hukum dan Koordinator Magister Sains Hukum & Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
