Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juni 2022 | 17.28 WIB

Harmony Tan Penakluk Serena di Wimbledon

Petenis Prancis Harmony Tan usai mengalahkan Serena Williams dalam babak pertama Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, 28 Juni 2022 (REUTERS/MATTHEW CHILDS) - Image

Petenis Prancis Harmony Tan usai mengalahkan Serena Williams dalam babak pertama Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, 28 Juni 2022 (REUTERS/MATTHEW CHILDS)

JawaPos.com – Serena Williams tak bisa melangkah lebih jauh di grand slam Wimbledon.

Kemarin mantan ranking I dunia tersebut langsung takluk di babak pertama. Dia dikalahkan petenis Prancis Harmony Tan.

Setelah bertarung selama 3 jam 11 menit, Serena menyerah 5-7, 6-1, 6-7(7).

Bagi Tan, kemenangan ini jelas sangat prestisius. Kondisi Serena memang belum terlalu oke setelah absen setahun penuh karena cedera.

Namun, kemenangan atas Serena tetap membanggakan bagi Tan yang baru kali pertama tampil di babak utama Wimbledon.

Sebab, Serena adalah legenda hidup tenis tunggal putri. Tujuh gelar Wimbledon plus 16 trofi yang telah dia kumpulkan sepanjang karier dari tiga ajang mayor lain cukup membuat setiap petenis terintimidasi sebelum berhadapan dengannya di lapangan.

”Saat melihat hasil drawing kali pertama, aku langsung takut,” ujar Tan dilansir New York Times.

”Dia legenda. Dalam hatiku berkata, ’Tuhan, apa yang harus aku lakukan di pertandingan nanti’,” tambah petenis Prancis berdarah Tiongkok-Kamboja tersebut.

Namun, performa Tan di hadapan Serena ternyata sangat tenang. Sebagai debutan, dia mampu mengatasi tekanan besar saat tampil kali pertama di lapangan utama yang dipenuhi 14 ribu penonton.

Meski, Tan mengakui sepanjang laga harus berjuang keras meyakinkan diri bahwa dirinya mampu mengalahkan Serena.

”Melihatnya berada di sampingku saat berjalan menuju lapangan saja sudah mengintimidasiku. Sebab, dia begitu mengesankan.''

''Saat kami berjabat tangan seusai laga pun, dia masih mengesankan di mataku,” kata Tan yang kini berada di ranking ke-115 dunia.

Serena menyadari performanya belum kembali total. Di set ketiga, petenis 40 tahun itu tampak mulai kelelahan meladeni pukulan-pukulan Tan. Namun, kegigihan Serena di laga ini memang terlihat begitu jelas.

Sayang, fisiknya yang menurun tak bisa dia sembunyikan. Pukulan-pukulan mematikan yang dia miliki juga sudah jauh menurun.

Saat ditanya terkait dengan masa depannya, Serena dengan tegas menyatakan belum berpikir untuk pensiun.

Dia menolak wacana bahwa ini adalah Wimbledon terakhir dalam kariernya. ”Jelas tidak. Kalian tahu aku. Aku bukan orang yang gampang menyerah,” tegas Serena.

”Hari ini (kemarin, Red) aku sudah melakukan yang terbaik. Tapi, memang hasilnya belum maksimal. Di satu titik, aku memang harus bisa berdamai dengan situasi seperti ini,” tandasnya.

Serena juga menyebut bakal mempersiapkan diri untuk tampil di grand slam kandangnya, Amerika Serikat Terbuka yang dimulai akhir Agustus nanti.

 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore