
Indonesia tanpa wakil di seri kedua kejuaraan M-15 Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Harapan para petenis Indonesia untuk berkiprah lebih tinggi pada kejuaraan M-15 seri kedua Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026, akhirnya harus sirna. Dua tunggal Gunawan Trismuwantara dan Rafalentino Ali Da Costa serta pasangan Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp, dikalahkan lawan-lawannya.
Bertanding di lapangan F Nusa Dua Bali, Gunawan Trismuwantara yang merintis lewat jalur kualifikasi sejak seri 1 pekan lalu maupun seri kedua 2 ini, harus mengakui ketangguhan unggulan ke 8 Ryuki Matsuda dari Jepang.
Takluk 4-6 di set pertama, Gunawan Trismuwantara mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangannya dari garis belakang maupun senjata forehand andalannya. Namun mampu diredam
Ryuki Matsuda berperingkat 774. Set kedua kembali menjadi miliknya berkat kemenangan 7-5 dalam pertandingan berdurasi 1 jam 56 menit.
Gungun mengakui kualitas permainan lawan lebih bagus. Di set kedua dia mencoba mengubah taktik permainan, namun hal itu belum cukup. Meski Demikian Gunawan menyatakan, pencapaian maupun performa pada seri kedua M-15 lebih baik dibandingkan seri sebelumnya pekan lalu.
Sementara itu, permainan impresif dan konsisten ditunjukkan petenis muda Indonesia Rafalentino Ali Da Costa. Sayang perjuangannya selama 1 jam 56 menit ternyata belum cukup untuk meredam ketangguhan dari Keisuke Saitoh.
Mampu meladeni rali-rali panjang sejak game awal hingga poin imbang 6-6, di babak tie break set pertama, dengan kematangan dan pengalaman petenis unggulan ke-6 asal Jepang ini mampu mengungguli Falen dengan skor 7-6 tie break 4.
Memasuki set kedua Falen sebenarnya memiliki peluang untuk memaksakan pertandingan rubber set, saat di game ke 10 mampu mematahkan servis dari Keisuke Saitoh untuk memimpin 6-5 dan 40-15. Namun petenis kidal peringkat 684 dunia asal Jepang ini mampu mengejarnya 6-6 dan kembali memaksakan babak tie break harus dilakoni kedua pemain ini.
Dengan ketenangan dan pengalaman bertanding dari Keisuke Saitoh yang berusia 25 tahun tersebut menjadi pembeda dalam laga ini, dan akhirnya memaksa Rafalentino Ali Da Costa kembali menyerah dengan skor sama 7-6 tiebreak 4.
Sementara itu di sektor ganda putra permainan impresif yang ditunjukkan oleh Rafalentino Ali Da Costa bersama Ethan David Zapp patut mendapatkan pujian meskipun langkah keduanya dihentikan Daisuke Sumizawa/Isaac Becroft dengan rubber set.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022