Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 00.13 WIB

Pasang Surut Balapan Moto3 2026, Progres Apik Veda Ega Pratama Lampaui Banyak Pembalap Berpengalaman

Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan positif pada musim debut Moto3 2026 dengan konsisten memperbaiki posisi finis di berbagai seri balapan. (Honda Team Asia) - Image

Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan positif pada musim debut Moto3 2026 dengan konsisten memperbaiki posisi finis di berbagai seri balapan. (Honda Team Asia)

JawaPos.com - Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan menjanjikan di Moto3 2026 dengan bertahan di papan atas klasemen rookie usai tujuh seri balapan. Pembalap Honda Team Asia asal Wonosari itu mampu bersaing dengan para talenta terbaik dunia meski berstatus satu-satunya rookie yang belum memiliki pengalaman mengendarai motor Moto3 pada musim sebelumnya.

Perjalanan Veda Ega Pratama pada musim debutnya memang tidak selalu mulus. Namun, performa yang ditunjukkan sepanjang tujuh seri pertama menjadi bukti pembalap berusia 17 tahun tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Saat ini, Veda masih berada di kelompok lima besar klasemen rookie Moto3 2026. Dia memang masih tertinggal dari Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan Adrian Fernandez yang tampil konsisten sejak awal musim.

Meski demikian, posisi tersebut tetap layak mendapat apresiasi tinggi. Pasalnya, Veda masuk ke Moto3 tanpa bekal pengalaman balapan penuh menggunakan motor Moto3 seperti yang dimiliki sebagian besar rivalnya.

Bagaimana Posisi Veda Dibanding Rival Rookie Lain?

Veda Ega Pratama membuktikan dirinya mampu bersaing dengan para rookie terbaik musim ini. Jarak poin dengan Brian Uriarte juga sangat tipis, hanya terpaut satu angka setelah tujuh seri berlangsung. Fakta tersebut menjadi indikator penting perkembangan sang pembalap Indonesia.

Brian Uriarte sendiri sudah memiliki pengalaman mengendarai motor Moto3 sejak musim lalu, sehingga secara adaptasi seharusnya memiliki keuntungan lebih besar dibanding Veda. Namun, pembalap Honda Team Asia itu mampu mengimbangi bahkan beberapa kali tampil lebih kompetitif. Kondisi tersebut menunjukkan proses adaptasi Veda berjalan lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam Moto3. Perubahan karakter motor, manajemen ban, hingga strategi balapan membutuhkan waktu yang tidak singkat bagi seorang rookie.

Mengapa Catatan Veda Layak Mendapat Sorotan?

Selain bersaing dengan para rookie, Veda juga berhasil mengungguli sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman di kelas Moto3. Nama-nama seperti Valentin Perrone, David Almansa, Guido Pini, David Munoz, hingga Hakim Danish untuk sementara masih berada di bawahnya.

Pencapaian tersebut tentu bukan hal biasa. Sebab, para pembalap tersebut sudah memiliki pengalaman lebih banyak dalam memahami karakter kompetisi Moto3 yang terkenal ketat dan kompetitif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore